Gelar Haji dan Master Agama Ustaz Pengganda Uang Ini Palsu

Reskrim Polresta Tangerang ungkap kasus penipuan dengan modus penggandaan uang yang dilakukan pria yang mengaku sebagai ustaz.
Sumber :
  • Kusnaedi

VIVA.co.id – Kepolisian menyatakan gelas haji dan master agama, Affandi Sangaji Idris, yang menjadi tersangka penipuan penggandaan uang di perumahan Bukit Cikasungka, Solear, Tangerang, Banten, palsu. Tak hanya itu, Affandi sebelumnya juga pernah tersandung kasus hukum penipuan. 

img_title Kasus Penipuan Bintara Polri Rp28 M, 2 Polisi Dipecat, Nama Eks Pejabat Polda Jambi Ikut Terseret

"Jadi gelar haji dan master agama yang disandang pelaku itu palsu. Karena hanya ditambahkan begitu saja di KTP," ujar Kasatreskrim Polresta Tangerang, Kompol Gunarko di Tangerang, Banten, Jumat, 7 April 2017.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Gunarko membeberkan bahwa Affandi belum pernah menunaikan ibadah haji, dan ternyata hanya lulusan Madrasah Ibtidaiyah (MI) atau setingkat Sekolah Dasar (SD). 

img_title Arisan Online Meow Tipu 6 Orang hingga Rp4 M, Begini Modusnya

"Jadi, berdasarkan pengakuan, gelar haji dan master agama itu palsu. Keterangan kerabat juga membenarkan," kata Gunarko.

Gunarko menduga Affandi menggunakan gelar haji dan master agama palsu untuk mendapatkan kepercayaan dari jemaah pengajian yang dipimpinnya saban malam di kediamannya.

img_title BGN Minta Masyarakat Kumpulkan Bukti Penipuan Pembukaan Dapur MBG

"Usut punya tersangka pernah tersandung kasus penipuan pada tahun 2012 lalu," kata Gunarko.

Sementara itu, Ketua RT setempat, Ujang Suhandi, mengatakan bahwa Affandi mengaku kepada warga sudah berhaji dan memiliki gelar master agama.

"Dia juga mengaku pernah menuntut ilmu di sejumlah pondok pesantren di Jawa Timur. Iya dia pernah mengaku mondok di pesantren terkenal. Bahkan di Kairo, Mesir. Dia mengaku kepada warga seperti itu," kata Ujang.

Rumah dijaga ketat

Hingga saat ini, Kepolisian masih terus menjaga ketat kediaman Affandi Sangaji Idris, karena banyaknya warga yang mendatangi rumah tersebut.

Terlihat garis polisi yang melingkari dua rumah di lokasi tersebut, yakni rumah yang digunakan sebagai tempat penggandaan uang, dan rumah untuk peristirahatan, penginapan, para jemaahnya yang ikut pengajian Affandi setiap malamnya. 

Salah seorang warga, Yati, mengatakan bahwa usai kejadian penangkapan Affandi, banyak para jemaah dan warga sekitar yang datang ke rumah tersangka penipuan dan pencucian uang miliaran rupiah itu. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Ya melintas saja ke sini, Tapi memang setiap harinya banyak kendaraan yang berkumpul hingga ke depan gerbang jalan, gara-gara heboh penangkapan Ustaz Affandi," kata Yati, Jumat, 7 April 2017. 

Yati sejatinya tidak tahu betul apa aktivitas sehari-hari yang dikerjakan Affandi selain menggelar pengajian yang diikuti ratusan jemaahnya saban hari. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut