Warga Terkelabui Tampilan Memelas Teroris Kampung Melayu

Rumah kontrakan Ahmad Sukri terduga pelaku bom bunuh diri Kampung Melayu Jakarta di Kabupaten Garut, Jawa Barat, pada Jumat, 2 Juni 2017.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Diki Hidayat

VIVA.co.id - Sejumlah tetangga yang berdekatan dengan rumah kontrakan Ahmad Sukri, terduga pelaku bom bunuh diri Kampung Melayu, Jakarta, merasa ketakutan. Mereka adalah warga Kampung Cempaka, Kelurahan Cempaka, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

img_title Fakta-fakta Ancaman Bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi Jagakarsa

Agus Guswana, Ketua RT setempat, mengatakan ada dua kepala keluarga yang satu bangunan dengan kontrakan Sukri dan beberapa kepala keluarga yang bangunan terpisah namun berdekatan. Sejumlah rumah itu kini kosong ditinggalkan penghuninya karena mengaku ketakutan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berbagai alasan para tetangga kontrakan Ahmad Sukri mengungsi, selain takut karena banyak aparat Kepolisian datang, juga ada alasan mistik. Sejak diketahui Ahmad Sukri diduga pelaku bom bunuh diri, tetangganya memang mulai mengungsi.

img_title Guru Ungkap Detik-detik Teror Bom Bikin Siswa SDN Srengseng Sawah 15 Jagakarsa Panik: Diminta Tetap di Lapangan

"Katanya, banyak anggota Polisi warga jadi syok (kaget; ketakutan). Ada juga yang beralasan mistik, katanya banyak suara-suara aneh di rumah kontrakan Ahmad Sukri," kata Agus ketika ditemui pada Jumat, 2 Juni 2017.

Dia tak dapat memperkirakan sampai kapan ketakutan menghantui para tetangga Ahmad. Soalnya keseharian Ahmad jarang bergaul dan selalu menunjukkan tampang memelas.

img_title Teror Bom di SDN Srengseng Sawah 15 Saat Hari Pertama MPLS, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan

"Kalau melihat wajahnya, pasti muncul rasa iba, tetapi ternyata aslinya sangat beringas," kata Agus. (one)

Polisi berjaga di lokasi terkait dugaan teror bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan

Wamendikdasmen Kutuk Teror Bom di SDN Srengseng Sawah 15, Minta MPLS Dihentikan Sementara

Selain itu, ia meminta meminta SDN Srengseng Sawah 15 Pagi menghentikan sementara pelaksanaan MPLS hingga ada kepastian bahwa kondisi sekolah benar-benar aman.

img_title
VIVA.co.id
13 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut