Eks Teroris Sebut Ideologi Terorisme Instan

Sofyan Tsauri, mantan terpidana kasus terorisme
Sumber :
  • VIVA.co.id/Irwandi Arsyad

VIVA.co.id – Mantan terpidana kasus terorisme, Sofyan Tsauri, mengatakan, salah satu penyebab semakin bertambahnya gerakan radikal di Indonesia, disebabkan adanya dugaan kehausan ingin belajar ilmu agama.

img_title Gus Ipul Pastikan Tak Ada Peserta Susupan di Muktamar ke-35 NU

Namun menurutnya, cara belajar agama tersebut tidak tepat dan terlalu instan, tanpa harus belajar lama. Sofyan menilai kajian agama secara instan ini merupakan sebuah tindakan yang tidak tepat sehingga melahirkan pendalaman agama yang instan pula.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Ada fenomena kesalehan namun ingin belajar secara instan,"  ujar Sofyan saat diskusi 'membedah revisi UU anti terorisme' di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu 3 Juni 2017.

img_title Tegas! Prabowo Komitmen Angkat Jutaan Rakyat Keluar dari Kemiskinan

Sofyan mencontohkan, pembelajaran agama yang dilakukan itu sangat berbeda dengan ormas Islam terbesar di Indonesia seperti NU dan Muhammadiyah. Dia menilai, NU dalam memberikan ilmu-ilmu agama lebih tepat dan wawasannya luas sehingga masyarakat betul-betul mengerti dan paham.

"NU yang selalu memberikan berbagai wawasan dan kita disuruh memilih jawaban dari pertanyaan lebih suka yang mana. Ini agak kurang di suka sama masyarakat-masyarakat kosmopolitan yang cenderung sukanya belajar instan," ujarnya.

img_title Gus Kikin Resmi Pimpin PBNU, Cak Imin Berpesan Pegang Teguh Qonun Asasi

Sofyan menuturkan, ideologi terorisme cenderung lebih instan. Para mentor di dalam kelompok terorisme akan dinilai sebagai ulama sehingga bisa menjadi cikal bakal pemahaman radikal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, menurutnya, terorisme merupakan komunitas. Para kelompok terorisme akan saling menguatkan antara satu sama lain. Walau di antara mereka ada yang punya niat untuk sadar namun mereka takut dikafirkan.

"Ideologi-ideologi teroris cenderung instan dan tegas. Para mentor ini di-assesment ulang karena ini bakal menjadi cikal bakal (pemahaman radikal)," ucap Sofyan.

Ketua Organizing Committee Muktamar ke-35 NU Saifulah Yusuf atau Gus Ipul (tengah)

Soal Strutur Baru Kepengurusan PBNU, Gus Ipul Serahkan ke Rais Aam dan Gus Kikin

Ketua Organizing Committee Muktamar ke-35 NU Saifulah Yusuf mengatakan pembentukan struktur kepengurusan PBNU 2026-2031 diserahkan ke Rais Aam dan Ketum PBNU terpilih.

img_title
VIVA.co.id
3 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut