Usut Korupsi BLBI, KPK Serius Minta Bantuan Interpol

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah.
Sumber :
  • ANTARA/Wahyu Putro A

VIVA.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi mempertimbangkan meminta bantuan Interpol untuk menghadirkan bos Bank Dagang Nasional Indonesia, Sjamsul Nursalim berkaitan perkara dugaan korupsi atas penerbitan surat keterangan lunas BLBI. Sebab, Sjamsul sampai kini berada di Singapura.

img_title KPK Panggil Wakil Bupati Bogor Jaro Ade, Usut Dugaan Korupsi Pengadaan hingga Pemotongan Upah Pungut Pajak

"Nanti kalau memang ada kebutuhan lain, sehingga kami perlu kerja sama dengan Interpol sesuai peraturan hukum yang ada. Tentu kami perlu pertimbangkan secara serius," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, di kantornya, Kamis 8 Juni 2017.  

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebelumnya, Sjamsul Nursalim dipanggil sebagai saksi untuk tersangka mantan Kepala BPPN, Syafruddin Arsjad Temenggung. Namun ia mangkir pemeriksaan KPK. 

img_title KPK Periksa Sestama BNPB dan 7 Saksi Kasus Korupsi Dana Bencana, Sitaannya Rp5,47 Miliar

Kendati demikian, KPK menyatakan telah menggandeng lembaga antikorupsi di Singapura yakni, Corrupt Practices Investigation Bureau (CPIB) untuk menangani masalah ini. Hal itu dilakukan juga untuk memburu informasi persoalan kasus ini yang tersebar di luar negeri. 

"Untuk perkara SKL BLBI, kebutuhan pemeriksaan saksi atau pencarian informasi lain, kami lakukan kerja sama dengan lembaga internasional, baik di Singapura CPIB atau yang lainnya," ujar Febri. 

img_title Singapura Naikkan Usia Pensiun Jadi 65 Tahun, Warga Bisa Kerja hingga Umur 70

Mantan Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan dan Industri, Kwik Kian Gie, mengungkapkan Sjamsul Nursalim masih punya utang Rp3,7 triliun kepada negara atas kucuran dana BLBI.

Jumlah tersebut sama dengan dugaan kerugian negara yang ditaksir KPK dalam kasus dugaan korupsi terkait terbitnya surat keterangan lunas dari Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) kepada Sjamsul Nursalim.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Apa betul masih ada utang Rp3,7 triliun? Saya katakan (kepada penyidik), setahu saya, iya," kata Kwik di kantor KPK, Selasa 6 Juni 2017.

Menurut Kwik, keterangannya untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka mantan Kepala BPPN Syafruddin Arsyad Temenggung pada kasus ini. (ren)

Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Hidup Singapura, Grace Fu

Singapura Perkuat UU Kabut Asap, Bidik Perusahaan yang Bertanggung Jawab

Singapura berencana memperkuat sejumlah peraturan termasuk Undang-Undang Pencemaran Kabut Asap Lintas Batas (Transboundary Haze Pollution Act). Baca selengkapnya

img_title
VIVA.co.id
27 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut