Angka Kecelakaan di Jatim Saat Arus Mudik Meningkat

Ilustrasi olah TKP.
Sumber :
  • Instagram Satlantas Polres Probolinggo

VIVA.co.id – Warga yang mudik ke kampung halaman saat lebaran mulai kembali ke kota-kota tempat mereka bekerja pada hari ini, Rabu, 28 Juni 2017.

img_title Waspada! Polisi Gelar Razia di Jadetabek Jelang Ramadan, Ini 9 Pelanggaran yang Disasar

Di Jawa Timur, arus balik belum terlihat di jalanan, baik di jalan arteri maupun tol. Warga masih banyak yang memanfaatkan libur lebaran dengan mengunjungi tempat-tempat wisata. Salah satu kota wisata yang ramai dikunjungi ialah Malang dan Batu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Hari ini jalan menuju tempat wisata di Malang padat dari Pandaan, Pasuruan," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Jawa Timur, Komisaris Besar Polisi Frans Barung Mangera, saat ditemui di Markas Polda Jatim, Surabaya, Rabu, 28 Juni 2017.

img_title Ngeri! Detik-detik 2 Pemotor Hampir Terlindas Truk Pertamina di Jagakarsa

Untuk arus balik, jelas dia, kendaraan dari Jawa Timur menuju Jawa Tengah dan Jakarta mulai akan bergerak pada Jumat 30 Juni 2017. Begitu pula kendaraan bergerak dari daerah menuju Kota Surabaya. "Puncak arus balik diperkirakan terjadi pada Sabtu sampai Minggu," tuturnya.

Dia berharap, warga yang akan kembali ke kota tidak satu ritme atau waktu, tetapi berbagi hari. "Kalau Jumat, tidak Jumat semua. Sehingga tidak terjadi penumpukan kendaraan, dan kami tidak kewalahan mengatur lalu lintas. Kami harapkan bisa berbagi hari," ungkapnya.

img_title 6 Perilaku Penyebab Kecelakaan yang Harus Dihindari Pengendara

Barung juga meminta pengendara memperhatikan rambu-rambu lalu lintas dan menaati arahan petugas di jalan, untuk menekan angka kecelakaan saat arus balik terjadi. Berdasarkan data pada saat arus mudik, angka kecelakaan di Jatim tertinggi secara nasional dan meningkat dibandingkan tahun lalu.

Sebanyak 498 kasus kecelakaan terjadi di Jatim hingga hari kesembilan Operasi Ramadniya. Dari kejadian itu, 87 orang meninggal dunia, 52 korban luka berat dan 726 luka ringan. Kerugian material Rp607,6 juta. (ase)

Ilustrasi naik motor pakai celana jeans

Penguatan Teknologi Keselamatan Jalan Jadi Investasi Cegah Korban Jiwa dan Kerugian Ekonomi

Kajian ITB menyebut teknologi pengereman pada sepeda motor bisa berpotensi mencegah hingga 111.163 kematian dan memberi manfaat ekonomi lima kali biaya.

img_title
VIVA.co.id
5 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut