Bagaimana Meredam Aksi Teroris Tanpa Jaringan?

Densus 88 Antiteror memeriksa rumah kontrakan tempat terjadi ledakan Bom Panci di Kelurahan Sekejati, Buah Batu, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (8/7/2017).
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Agus Bebeng

VIVA.co.id – Sebuah bom panci meledak di sebuah rumah kontrakan milik Agus Wiguna di Kota Bandung, Sabtu, 8 Juli 2017. Tidak ada korban jiwa, namun bom yang meledak sebelum waktunya ini mengungkap bahwa pelaku teror bisa dilakukan siapa pun.

img_title Siswa 16 Tahun di Jerman Mau Bakar Gereja atas Perintah ISIS

"Bom panci ini di luar struktur, tapi yang bersangkutan pendukung ISIS," ujar Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Minggu, 9 JUli 2017 di Bandara Sam Ratulangi Manado.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Tito, setiap orang yang mengakses internet dan mempelajari cara membuat bom akan bisa teradikalisasi dan kemudian melakukan aksi teror sendiri.

img_title Wamendikdasmen Kutuk Teror Bom di SDN Srengseng Sawah 15, Minta MPLS Dihentikan Sementara

Namun memang hal itu tak semudah yang diperkirakan. Beberapa pelaku justru menjadi korban. "Membuat bom itu tak gampang. Salah sedikit meledak sendiri, yang kemarin (Agus Wiguna) itu meledak sendiri. Tuhan juga melindungi kita," kata Tito.

Perlakuan khusus

img_title Fakta-fakta Ancaman Bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi Jagakarsa

Di bagian lain, Tito menyebut bahwa kemunculan pelaku teror tanpa jaringan ini memang membahayakan. Atas itu, dibutuhkan deteksi lebih kuat untuk meredam aksi mereka.

"Menangani yang seperti ini patroli deteksi internet harus kuat. Kekuatan siber harus kuat," ujar Tito.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lalu selanjutnya adalah kemampuan kontra radikalisasi kepada para pelakunya. Yakni mencegah jangan sampai masyarakat yang rentan isu radikalisme justru terpengaruh dengan paham tersebut.

"Tak cukup intelijen. Agar kelompok rentan itu tidak menjadi teroris," ujarnya.

VIVA Militer: Batch Bendera Amerika Serikat di Seragam Tentara AS

Setelah 2 Dekade, Pasukan AS Tinggalkan Irak, Akankah ISIS Kembali Menguat?

Pasukan Amerika Serikat (AS) dijadwalkan meninggalkan pangkalan militer terakhir mereka di Irak pada Rabu waktu setempat. Kepergian pasukan AS dianggap kemenangan Iran

img_title
VIVA.co.id
1 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut