Miris, Banyak Anak Nikah Dini untuk Bayar Utang

Pernikahan dini/anak.
Sumber :
  • Pixabay

VIVA.co.id – Dalam memeringati Hari Anak Nasional (HAN) 2017, Koalisi Perempuan Indonesia menyoroti tingginya angka pernikahan yang terjadi di kalangan anak-anak, terutama anak perempuan. Menurut Koalisi Perempuan Indonesia, maraknya pernikahan anak itu justru merupakan paksaan dari orangtua.

img_title Orang Tua Wajib Tahu, Bermain Ternyata Jadi Kunci Tumbuh Kembang Anak yang Optimal

"Praktiknya perkawinan anak itu bukan karena hanya miskin, karena kita temukan mereka dikawinkan untuk membayar utang. Jadi ada praktik perdagangan di sini," kata Sekretaris Jenderal Koalisi Perempuan Indonesia Dian Kartika Sari di Bakoel Coffee Cikini, Jakarta Pusat, Minggu, 23 Juli 2017.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Dian, pernikahan anak ini marak terjadi di daerah pedesaan. Faktor ekonomi dan kebudayaan menjadi penyebab utama banyaknya anak yang menikah usia dini.

img_title Sambut Hari Anak Nasional 2026, Ada Buku Pendamping Psikososial Hadir untuk Menguatkan Anak Pejuang Kanker

"Kultur dalam masyarakat seperti di desa, ada anggapan umur 18 tahun belum kawin dianggap perawan tua. Label negatif buat anak terpacu untuk nikah. Apalagi teman sebayanya udah nikah dan dia mulai bingung hingga akhirnya juga menikah muda," ujarnya.

Faktor keluarga yang berada dalam kondisi ekonomi kekurangan juga mendorong seorang anak, khususnya anak perempuan untuk menikah. Karena dengan nikahnya anak perempuan dianggap dapat mengurangi beban keluarga.

img_title Peringati Hari Anak Nasional, Novo Nordisk Perkuat Kolaborasi Cegah Obesitas dan Diabetes pada Anak

"Biasanya ada orangtua yang buru-buru menikahkan anaknya untuk melepaskan tanggung jawab sehingga tanggung jawab anak perempuannya diserahkan kepada suami yang menikahinya," ujarnya lagi.

Untuk mengurangi angka pernikahan pada anak, pemerintah dianggap tak boleh lalai dan harus mengambil sikap. Pemerintah Indonesia harus dapat bertanggungjawab dan segera menerbitkan hukum untuk menghentikan perkawinan anak.

Ilustrasi anak-anak.

Peringatan Hari Anak Nasional 2026 Jadi Momentum Menghadirkan Ruang Aman dan Inklusif bagi Setiap Anak

Hari Anak Nasional yang diperingati setiap tanggal 23 Juli menjadi momentum untuk mengingatkan seluruh elemen masyarakat akan pentingnya memenuhi hak-hak anak.

img_title
VIVA.co.id
27 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut