Semarang jadi Kota Paling Layak Anak

Yohana Susana Yambise
Sumber :
  • VIVA.co.id/ Dwi Royanto/ Semarang

VIVA.co.id – Kota Semarang menjadi kota paling layak anak di banding daerah lain di Indonesia. Bukti tersebut setelah Ibu Kota Jawa Tengah ini mendapatkan penghargaan kategori pertama sebagai kota layak anak (KTA) dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Susana Yambise, pada peringatan Hari Anak Nasional di Pekanbaru Provinsi Riau, Sabtu malam, 22 Juli 2017.

img_title Orang Tua Wajib Tahu, Bermain Ternyata Jadi Kunci Tumbuh Kembang Anak yang Optimal

Menurut Menteri Yohana, penilaian penghargaan ini tak hanya melibatkan pemerintah pusat namun juga tim independen selama kurang lebih dari satu tahun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penilaian meliputi enam indikator hak anak yaitu hak sipil dan kebebasan, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, kesehatan dan kesejahteraan dasar. Terakhir indikator pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya.

img_title Sambut Hari Anak Nasional 2026, Ada Buku Pendamping Psikososial Hadir untuk Menguatkan Anak Pejuang Kanker

"Penghargaan ini adalah bentuk motivasi untuk lebih memperhatikan secara serius dalam pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak di wilayahnya masing-masing, " kata Menteri Yohana.

Sebelumnya, penghargaan serupa pernah diterima Semarang yaitu pada tahun 2012, 2013, dan 2015. Sedangkan pada tahun 2014 serta tahun 2016 Semarang belum meraih penghargaan serupa.

img_title Peringati Hari Anak Nasional, Novo Nordisk Perkuat Kolaborasi Cegah Obesitas dan Diabetes pada Anak

Walikota Semarang Hendrar Prihadi, menyambut positif disematkannya daerahnya sebagai kota layak anak. Ia menyebut, berbagai program telah dilakukan di berbagai bidang.

Untuk bidang kesehatan, Pemkot Semarang telah menyediakan 37 Puskesmas ramah anak, melalui Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) dan Manajemen Terpadu Bayi Muda (MTBM), ada juga screening Stimulan Deteksi Intervensi Dini Tumbuh Kembang, tersedianya arena bermain anak di KIA maupun Rumah Sakit Ramah Anak.

Di bidang pendidikan, Pemkot mewajibkan gerakan wajib belajar selama 15 tahun serta sekolah ramah anak melalui Zona Selamat Sekolah (ZSS). Pemerintah juga menyediakan 154 rumah pintar di tingkat kelurahan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di bidang kependudukan, Pemerintah telah memberikan akta kelahiran gratis, bagi anak usia 0-60 hari. Sementara untuk bidang perlindungan pemkot telah memiliki sebuah Lembaga Pelayanan Penanganan Terpadu “Seruni”. Lembaga ini memberikan pendampingan korban kekerasan perempuan dan anak dan mendampingi korban-korban kekerasan. Kota Semarang juga membentuk Lembaga Pelayanan Penanganan Terpadu (LPPT) di enam kecamatan untuk melayani keluhan warga.

"Terima kasih semua pihak yang telah mendukung semua program pemkot. Penghargaan ini untuk warga Semarang. Ke depan kami akan terus berupaya agar bisa memberikan pelayanan kepada anak yang lebih baik,” kata Walikota.

Ilustrasi anak-anak.

Peringatan Hari Anak Nasional 2026 Jadi Momentum Menghadirkan Ruang Aman dan Inklusif bagi Setiap Anak

Hari Anak Nasional yang diperingati setiap tanggal 23 Juli menjadi momentum untuk mengingatkan seluruh elemen masyarakat akan pentingnya memenuhi hak-hak anak.

img_title
VIVA.co.id
27 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut