Ketua MUI: Sudah Ada Fatwa Dana Haji Boleh Diinvestasikan

KH Ma'ruf Amin.
KH Ma'ruf Amin.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Nur Faishal (Surabaya)

VIVA.co.id – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Ma'aruf Amin, menilai penggunaan dana haji untuk investasi yang diwacanakan pemerintah bukanlah menjadi masalah dan bukan bentuk penyalahgunaan dana umat.

Bahkan, katanya, MUI telah mengeluarkan fatwa penggunaan dana haji. Dengan demikian, dana haji boleh diinvestasikan.

"Sekarang saja mungkin ada Rp35 triliun itu sudah digunakan untuk Surat Berharga Syariah Negara Ritel atau Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Dan itu sudah dapatkan fatwa dari Dewan Syariah MUI dan saya sudah menandatangani untuk kepentingan infrastruktur dan untuk lain-lain," kata Ma'aruf Amin di kediamannya, Jalan Lorong 27, Koja, Jakarta Utara, Senin 31 Juli 2017.

Menurut Kiai Ma'ruf, jika dana haji dikelola dan diinvestasikan oleh pemerintah bukan hal yang riskan. Lain halnya jika dana tersebut dikelola oleh pihak swasta. "Kalau (dikelola) pemerintah tidak riskan. Kalau ke swasta memang ada risiko," ucapnya.

Justru, katanya, dana haji harus digunakan pada proyek-proyek yang aman, misalnya penggunaan pemerintah seperti pembangunan jalan berbayar, bandara atau pelabuhan.

"Jadi nanti ada skema syariahnya dan sudah ada. Jadi saya kira gitu. Karena jemaah haji sudah memberikan kuasa kepada pemerintah melalui Kemenag untuk dikelola dan dikembangkan," ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengatakan, dana haji yang mengendap lebih baik dialihkan untuk kepentingan yang lebih produktif. Hal itu kemudian, ia tegaskan, seperti juga memberikan subsidi bagi keberlangsungan calon jemaah haji yang ingin beribadah ke tanah suci.