Belasan Nelayan Bitung Hilang di Laut

Aktivitas Badan SAR Nasional di daerah
Sumber :
  • VIVA.co.id/Diki Hidayat

VIVA.co.id – Sebuah kapal nelayan asal Bitung Sulawesi Utara mengalami kecelakaan akibat dihantam gelombang tinggi di perairan Pasige Kabupaten Kepulauan Sitaro.

img_title Pemerintah Bakal Bangun 4.582 Kapal Ikan Modern untuk Nelayan, Ini Tujuannya

Kapal bernama KM Baku Sayang ini pun tenggelam. Sebanyak 23 orang menjadi korban. Namun, dari jumlah itu baru 11 orang yang berhasil diselamatkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Masih ada 12 orang lagi yang dalam pencarian. Mereka sudah hilang sejak Minggu dinihari, 20 Agustus 2017," ujar Kepala Badan SAR Nasional Manado Budi Cahyadi, Selasa, 22 Agustus 2017.

img_title Dari Cilacap, AI Bantu Nelayan 'Membaca Laut' Sebelum Berlayar

Kapal Motor Baku Sayang sebelumnya berangkat dari Pelabuhan Perikanan Aertembaga Bitung dengan tujuan untuk menangkap ikan di perairan Pulau Pasige Kepulauan Sitaro.

Namun, menjelang 10 mil lagi tiba di Pulau Pasige, kapal bermuatan 23 orang ini tiba-tiba dihantam gelombang laut dengan ketinggian mencapai empat meter.

img_title Ledakan Diduga Bom Ikan Tewaskan Nelayan dan Hancurkan 2 Rumah di Pandeglang

Kapal pun mengalami kerusakan, terutama setelah sebilah papan di bagian dasar mesin terlepas. Air laut pun dengan cepat merendam seluruh bagian kapal.

Berikut daftar korban yang masih dalam pencarian Basarnas:

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

1. Antonius Kabuhung
2. Hian Tamaka
3. Kalvin Rahasia
4. Harfi Takalalumang
5. Jeremia Kasib
6. Marlon Kagiling
7. Max Lukas
8. Windi Sadonda
9. Rifai Makapia
10. Ramli Tahulending
11. Roman Koal
12. Thomas Adilang

Marwan Dias Aswan/Sulawesi Utara

Tim SAR Selamatkan 6 Nelayan di Perairan Bomo

Kronologi Kapal Nelayan Tenggelam di Perairan Bomo, 6 Nelayan Berhasil Diselamatkan

Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi melaksanakan operasi SAR terhadap kecelakaan kapal nelayan yang tenggelam saat sedang memancing di Perairan Bomo.

img_title
VIVA.co.id
12 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut