Pengakuan Pengedar dan Pengguna Obat PCC di Kendari

Pil PCC
Sumber :
  • Facebook/TMC Polda Metro Jaya

VIVA.co.id – Sejak Selasa, 12 September hingga Kamis, 14 September 2017, korban obat jenis PCC yang diduga mirip narkoba flaka terus bertambah di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Namun polisi dan BNN menjelaskan PCC bukan narkoba sejenis flaka.

img_title Lab Narkoba di Rumah Mewah Serang Banten Dibongkar, Baru 3 Bulan Sudah Cetak 6,9 Juta Pil PCC

Lantas bagaimana penjelasan pengedar sekaligus pengguna obat PCC? Berikut kami rangkum dalam wawancara eksklusif bersama VIVA.co.id di Kendari.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

IR nama samarannya menjelaskan, bahwa reaksi obat PCC tidak sampai membuat penggunanya kejang-kejang apalagi mengamuk dan berteriak-teriak.

img_title Tio Pakusadewo Ditangkap, Apa Bahaya Sabu untuk Tubuh?

IR mengaku obat PCC sebenarnya hanya membuat penggunanya dalam keadaan tenang, diam, dan tidak banyak bicara. Menurut IR, penggunaan PCC dalam kadar lima butir sekaligus tidak sampai membuat penggunanya kejang-kejang.

“Saya sempat jual beberapa kali dan minum juga. Obat PCC yang kami pakai hanya membuat pikiran melayang-layang. Tidak sampai teriak-teriak. Nah kalau ketemu seperti polisi itu bawaannya takut,” kata mantan pengedar ini.

img_title Polda Riau Bongkar Penyelundupan Sabu 35 Kg dari Malaysia

Lantas mengapa 53 remaja di Kendari sampai kejang-kejang dan mengamuk? IR menerangkan hal ini bisa diduga ada narkoba jenis baru seperti flaka atau juga PCC dicampur bersama obat-obat lain. Tetapi walau begitu tidak sampai dengan mengamuk.

“Keadaan itu seperti di udara, tidak injak tanah. Mengamuk sudah tidak bisa, karena otot-otot itu seakan ngilu dan bawaannya capek,” katanya saat ditemui di kediamannya.

IR hingga saat ini masih menggunakan obat-obat sejenis PCC seperti somadril dan tramadol. Namun katanya jarang karena sekarang dia berusaha ingin melupakan kejahatan itu. Menurutnya, obat-obat itu masih beredar di Kendari.

"Masih ada, saya sering ditawarkan tapi saya tidak terima. Walau pernah setelah dipenjara minum juga. Namanya biasa disebut mumbul kalau di Kendari," kata pria berumur 37 tahun ini.

Hilangkan stres

Di tempat terpisah, NN, seorang wanita yang bermukim di bilangan Kecamatan Mandonga, Kota Kendari, juga bercerita panjang lebar tentang pengalamannya menggunakan obat PCC.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kalau banyak pusing juga. Tapi kalau sedikit ya melayang-layang," terang wanita yang ditinggal pergi suaminya ini.

Perempuan dengan status janda anak satu ini menerangkan, alasan menggunakan obat-obat seperti PCC, somadril dan tramadol karena rumah tangganya yang hancur. Sering galau dan memikirkan suaminya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut