Siapa Cepi Iskandar, Hakim Praperadilan Setya Novanto

Hakim tunggal sidang praperadilan gugatan Setya Novanto atas KPK, Cepi Iskandar.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

VIVA.co.id – Cepi Iskandar (58), hakim tunggal gugatan praperadilan memenangkan Setya Novanto dalam kasus korupsi Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP).

img_title Bahlil Tepis Setya Novanto Masuk Struktur Partai Golkar

Lewat tangannya, status tersangka kepada Ketua DPR itu pun akhirnya harus batal demi hukum. KPK pun mesti gigit jari karena palu hakim menganggap KPK memiliki kesalahan dalam penggunaan alat bukti.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lalu siapa sosok Cepi Iskandar? Dalam sejumlah pranala, hakim berambut putih ini sebelumnya telah muncul di media beberapa waktu lalu.

img_title Peluang Setnov jadi Pengurus Partai, Golkar: Dia Senior, Tak Mungkin Dibawah Bahlil

Ketika ia menolak mentah-mentah gugatan praperadilan CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo atas status tersangkanya yang diberikan polri.

Tak cuma itu, Cepi juga diketahui pernah memutus kasus yang pernah ditangani oleh KPK yakni Korupsi Pengadaan Alat Customer Information System (CIS) yang menjerat Direktur PLN Lampung Hariadi Sadono.

img_title Penjelasan Resmi Kakanwil Ditjenpas Jabar Terkait Pembebasan Bersyarat Setya Novanto

Dalam putusannya, Cepi memvonis empat tahun penjara dengan denda Rp250 juta subsider 36 bulan. Vonis Cepi ini lebih rendah dari tuntutan Jaksa KPK.

Cepi juga pernah memiliki catatan membebaskan terdakwa kasus korupsi Kepala Seksi Kurikulum Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Jawa Barat Joko Sulistyo pada tahun 2007.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kasus yang merugikan negara senilai Rp5,1 miliar itu, justru diputuskan bebas oleh Cepy.

Saat ini, diketahui Cepi Iskandar menjabat sebagai Hakim Madya Utama sejak Agustus 2016. Ia telah memiliki sertifikasi sebagai hakim tindak pidana korupsi.
 

Setya Novanto.

Satu Rumah Setya Novanto di Kupang Dilelang KPK

Aset Setya Novanto dijual KPK dengan nilai limit Rp2.181.065.000 atau Rp2,18 miliar. Bila masyarakat ingin membeli aset itu, maka harus setor uang jaminan sebesar Rp1 M

img_title
VIVA.co.id
26 November 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut