Lagi, Perairan Teluk Bayur Tercemar Minyak

Warga menunjukkan minyak CPO (crude palm oil) yang mengeras mencemari perairan Teluk Bayur, Padang, Sumatera Barat, Kamis (28/9/2017).
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

VIVA.co.id – Kawasan perairan di Pelabuhan Teluk Bayur, Kota Padang, Sumatera Barat kembali tercemar limbah minyak. Kali ini cairan berkemilau yang muncul di sejumlah titik itu merupakan jenis solar.

img_title BMKG Peringatkan Warga Sumbar, Waspada Banjir Rob 3 hingga 7 Desember 2025

"Tumpahan High Speed Diesel (solar) yang kami temui di lapangan tidak banyak. Namun tetap mencemari laut," ujar Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Teluk Bayur, Kolonel Laut Yus K Usmany, Kamis, 12 Oktober 2017.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Usmany mengatakan tumpahan minyak itu pertama kali dilaporkan pada pukul 03.00. Hingga kini belum diketahui penyebab munculnya minyak yang mengapung di perairan itu.

img_title Pasal 33 UUD 1945 Digaungkan Warga Desa Teluk Bayur saat Aksi Duduki Lahan

"Berapa banyak jumlah pasti yang tumpah belum diketahui, masih diselidiki," katanya.

Sepekan lalu, kejadian minyak tumpah juga terjadi di Teluk Bayur. Setidaknya 50 ton minyak olahan sawit milik PT Wira Innomas menyelimuti sejumlah kawasan perairan Teluk Bayur.

img_title Masyarakat Teluk Bayur dan Sekitarnya Tanda Tangani Kain Putih sebagai Deklarasi Perjuangan Agraria

Manajemen perusahaan PT Wira Innomas mengklaim jika tumpahan minyak itu adalah minyak nabati, bukan limbah. Upaya pembersihan pun telah dilakukan dengan dibantu tim gabungan termasuk TNI.

"Ini bukan CPO yang tumpah, melainkan palm fatty acid distillate. Kami akan tetap melakukan pengumpulan material PFAD yang ada di perairan sampai bersih total," kata Manajer Operasional PT Wira Innomas, Hendra Leo. (ase)

Alat berat membuka akses jalan akibat banjir bandang di Sumbar

Banjir Padang Mulai Surut, Warga Kembali ke Rumah dan Bersihkan Permukiman Pascagenangan

BNPB melaporkan bahwa banjir di Kota Padang mulai surut. Warga kembali ke rumah dan membersihkan permukiman, sementara pendataan dampak masih berlangsung.

img_title
VIVA.co.id
4 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut