IDI Kecam Oknum LSM Labrak Rumah Sakit di Tangerang

Screenshot video Youtube tentang sejumlah anggota LSM melabrak Rumah Sakit Arya Medika, Tangerang, Banten.
Sumber :
  • Youtube

VIVA.co.id - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengecam tindakan sejumlah oknum sebuah lembaga swadaya masyarakat yang melabrak Rumah Sakit Arya Medika, Tangerang, Banten.

img_title Dokter di Pasaman Barat Dilaporkan Dugaan Malapraktik, Bayi 8 Bulan Meninggal usai Dioperasi

IDI menyayangkan peristiwa itu terjadi meski berdalih memprotes kasus seorang pasien meninggal dunia. Padahal, duduk perkara atau penyebab si pasien meninggal pun belum diketahui pasti kala itu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kami pun kecewa dengan sikap para pria dari LSM tersebut," kata Sekretaris Jenderal IDI, Dr Moh Adib Khumaidi, saat dihubungi VIVA.co.id pada Jumat, 13 Oktober 2017.

img_title Dugaan Malapraktik di RSUD Prambanan, Polisi Periksa 5 Orang

Dia juga berjanji menindaklanjuti peristiwa itu. "Kami juga akan segera ambil tindakan proses terkait kejadian itu," ujarnya, tanpa menjelaskan lebih rinci maksud tindakan proses.

Hal yang pasti, kata Adih, berdasarkan klarifikasi kepada manajemen Rumah Sakit Arya Medika, tak ada kesalahan prosedur dalam peristiwa penanganan pasien kala itu. Malahan, dia mengklaim, "Kondisi pasien sudah memburuk saat dibawa ke rumah sakit, dan sudah tidak bernyawa saat di perjalanan."

img_title Heboh Dugaan Malapraktik Rumah Sakit Berinisial S, Polda Metro Turun Tangan

Peristiwa itu ramai di media sosial dan awalnya dari sebuah video berjudul RS Arya Medika Menolak Pasien, Akhirnya Meninggal di Mobil Saat Perjalanan ke RS Lain yang diunggah di situs berbagi video Youtube.

Dalam video dengan berdurasi tiga menit itu memperlihatkan seorang wanita yang tengah duduk di bangku belakang mobil sambil memangku seorang wanita yang merupakan pasien.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saat itu tampak pasien wanita ditutupi kain. Pada video pun terdapat keterangan kejadian tentang penolakan Rumah Sakit Arya Medika hingga menyebabkan pasien meninggal.

Video lain memperlihatkan sejumlah pria yang diduga anggota sebuah berbicara dengan salah satu petugas rumah sakit dengan nada tinggi sembari menunjuk si petugas.

Direktur RSI Ibnu Sina Simpang Empat Meri Herliza

RSI Ibnu Sina Bantah Potong Usus Bayi 8 Bulan dalam Dugaan Malapraktik

RSI Ibnu Sina membantah melakukan pemotongan usus bayi berusia 8 bulan yang meninggal dunia dan kasus penanganannya dilaporkan keluarga ke polisi atas dugaan malapraktik.

img_title
VIVA.co.id
30 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut