Mahfud: KPK Tak Usah Grogi dengan SPDP Dua Komisionernya

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Agus Rahmat

VIVA - Konflik antara KPK dan Mabes Polri sepertinya akan kembali terjadi. Hal ini menyusul terbitnya Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) terhadap ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Agus Rahardjo dan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang.

img_title Bahlil Tepis Setya Novanto Masuk Struktur Partai Golkar

Kedua pimpinan KPK itu dipolisikan terkait kasus dugaan tindak pidana membuat surat palsu atau memalsukan surat dan menggunakan surat palsu dan atau penyalahgunaan wewenang dengan pelapor Sandy Kurniawan, kuasa hukum Setya Novanto.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Moh Mahfuf MD pun turut memberikan pandangannya atas situasi tersebut. Menurut Mahfud, KPK tidak perlu gentar.

img_title Peluang Setnov jadi Pengurus Partai, Golkar: Dia Senior, Tak Mungkin Dibawah Bahlil

"KPK tak usah grogi dengan SPDP atas 2 komisionernya," kata Mahfud melalui akun Twitternya, @mohmahfudmd, Kamis, 9 November 2017.

Menurut Mahfud yang juga pernah menjadi Menteri Hukum dan Perundang-Undangan, Bareskrim Mabes Polri memang bertugas untuk menindaklanjuti setiap laporan yang masuk dari masyarakat. Oleh karena itu, semua harus dikembalikan pada mekanisme hukum.

img_title Penjelasan Resmi Kakanwil Ditjenpas Jabar Terkait Pembebasan Bersyarat Setya Novanto

"Ujungnya yang dilaporkan itu tak selalu terbukti sebagai tindak pidana. Jalan terus, buru korupsi e-KTP," kata dia.

Setya Novanto.

Satu Rumah Setya Novanto di Kupang Dilelang KPK

Aset Setya Novanto dijual KPK dengan nilai limit Rp2.181.065.000 atau Rp2,18 miliar. Bila masyarakat ingin membeli aset itu, maka harus setor uang jaminan sebesar Rp1 M

img_title
VIVA.co.id
26 November 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut