Siklon Cempaka di Bantul, Kerugian Capai Rp167 Miliar

Satu kawasan porak-poranda setelah diterjang angin kencang dan banjir di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Sumber :
  • VIVA/Daru Waskita

VIVA – Kerusakan infrastruktur akibat siklon tropis Cempaka yang melanda Bantul pekan lalu cukup parah. Akibat siklon tersebut, tercatat ada 15 jembatan roboh, 22 talut ambrol, 13 bendungan dan empat gorong-gorong rusak, 178 rumah rusak berat dan 168 hektare lahan pertanian terdampak. 

img_title Tanah Longsor hingga Pohon Tumbang di Trenggalek, BPBD Ungkap Penyebabnya

Kepala Harian Pengurus Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul, Dwi Daryanto menuturkan, total ada 17.112 jiwa di 17 kecamatan dan 71 desa yang terdampak bencana ini. Selain itu, tiga korban jiwa dan luka ringan serta sedang masing-masing satu orang. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut hasil kalkulasi BPBD, total kerugian yang dialami mencapai Rp167 miliar, dengan kerugian Rp162 miliar di antaranya berupa kerusakan infrastruktur di 75 titik. 

img_title BNPB Pastikan Keluarga 2 Orang yang Tewas Imbas Tanah Longsor di Lumajang Dapat Dana Bantuan

"Sisanya merupakan kerusakan sarana pendidikan, rumah sakit, sektor perikanan dan pertanian," ucapnya, Rabu 6 Desember 2017.

Dwi mengakui pasca bencana ini, perbaikan infrastruktur menjadi fokus utama pemulihan. Kini BPBD sedang mendata rumah-rumah penduduk yang rusak parah untuk mendapatkan bantuan.

img_title Bencana Tanah Longsor di Lumajang Dipicu Hujan Deras, 2 Orang Tewas

Pendataan ini dilakukan secara ketat dan selektif untuk memastikan bantuan non tunai yang diambilkan dari Belanja/Biaya Tak Terduga (BTT) milik BPBD tepat sasaran. Wujudnya berupa bahan bangunan yang dapat digunakan warga terdampak untuk membangun kembali rumahnya. 

"Tapi bantuan yang diberikan tidak 100 persen, kami hanya menyubsidi saja. Total BTT ada Rp7 miliar," kata Dwi.

Penyebab longsor

Ketua Pusat Studi Manajemen Bencana Universitas Pembangunan Nasional Yogyakarta, Eko Teguh Paripurno mengatakan, penanaman jenis pohon yang tidak tepat membuat lereng-lereng di wilayah Kabupaten Bantul rawan longsor. Terutama lereng dengan jenis tanah lapukan vulkanik berbatu yang rapuh di wilayah Kecamatan Imogiri, Dlingo dan Kretek. 

Menurutnya, banyak lereng atau bukit yang ditanami pohon jenis cemara dan pohon-pohon berakar serabut lainnya. Padahal pada jenis lapukan tanah vulkanik berbatu, akar pohon tersebut tidak dapat menancap dan mengikat hingga dasar batu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Akibatnya, meskipun lebat adanya vegetasi tersebut malah makin memperparah tingkat kelongsoran lereng yang terjadi. Sebab, pohon tersebut malah membebani tanah saat angin kencang melanda. 

"Seharusnya bukit seperti itu ditanami pohon seperti sukun yang punya akar tunggang dan kuat," katanya. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut