Politikus Hanura: Murtad Itu Hak Syaifuddin Ibrahim, Tapi...

Pelaku penistaan agama Abraham Ben Moses
Sumber :
  • Istimewa

VIVA - Sekretaris Lembaga Bantuan Hukum DPP Partai Hanura Rio Ramabaskara memuji kerja cepat Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri dalam menangkap Syaifuddin Ibrahim alias Abraham Ben Moses (52), terkait kasus ujaran kebencian berbau Suku Agama Ras dan Antar golongan (SARA) melalui media sosial.

img_title Demo 27 Agustus, Komdigi Minta Masyarakat Tak Sebar Ujaran Kebencian dan Provokasi di Media Sosial

Dalam videonya yang viral di Facebook, twitter dan YouTube tersebut, Syaifuddin Ibrahim tampak berbincang dengan seorang sopir taksi online. Rio menggambarkan, dalam pembicaraan tersebut, Syaifuddin sempat menanyakan agama sopir tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lalu, ia mengutip salah satu ayat dalam keyakinan agama sang sopir terkait pernikahan. Tak sampai di situ, ia kemudian melecehkan Nabi Muhammad yang dianggapnya tidak konsisten dengan ucapannya, dan melanggar perintah agamanya. Syaifuddin Ibrahim juga menghasut sang sopir agar mau pindah agama. Dengan kata lain ada hinaan yang ia lakukan kepada agama Islam dan mengajak sopir tersebut untuk berpindah agama.

img_title Abu Janda Dilaporkan ke Bareskrim usai Diduga Sebut Sumbar Intoleran dan Barbar

"Bagi saya, menjadi murtad itu hak Syaifuddin Ibrahim, tapi mengajak orang lain untuk ikut dia dan menghina agama lain, maka di situ letak masalahnya," ujar Rio dalam siaran persnya, Kamis, 7 Desember 2017.

Rio yang telah menyaksikan video tersebut berkali-kali menjelaskan, bahwa sebelumnya Syaifuddin Ibrahim dikenal di media sosial dengan mendaulat dirinya sebagai seorang yang paham Islam dan dengan sembarangan mengutip ayat suci Alquran sebagai dasar memperdaya masyarakat untuk berpindah keyakinan.

img_title Anggota DPR Apresiasi Menkomdigi Sikat Konten yang Dinilai Sebarkan Ujaran Kebencian

Dalam video tersebut, lanjut Rio, Syaifuddin kemudian juga menunjuk seorang wanita di belakangnya. Ia menyebutkan bahwa wanita itu seorang artis keturunan Arab yang sudah dia murtadkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain melakukan penghinaan terhadap Islam, Syaifuddin Ibrahim selalu membawa bawa nama-nama Bima (salah satu kabupaten di NTB), di mana diketahui bahwa NTB sebagai provinsi dengan mayoritas masyarakatnya memeluk agama Islam. Hal ini dilakukan oleh Syaifuddin Ibrahim dengan patut diduga sebagai upaya untuk semakin meyakinkan calon targetnya dan masyarakat umum bahwa ia benar-benar selain mempunyai pemahaman yang mendalam soal Islam, juga karena lahir dan besar di lingkungan mayoritas Islam.

Sebagai masyarakat NTB di Jakarta, Rio berharap kepada Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim untuk benar-benar memperoses kasus tersebut dan menjadi pelajaran bagi masyarakat agar tidak melakukan hal-hal serupa.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut