Minta Maaf Soal Ustaz Somad, Laskar Bali Beberkan Kronologi

Sekretaris Jenderal Laskar Bali, I Ketut Ismaya meminta maaf kepada umat Muslim
Sekretaris Jenderal Laskar Bali, I Ketut Ismaya meminta maaf kepada umat Muslim
Sumber :
  • VIVA.co.id/ Bobby Andalan

Pada pukul 02.00 Wita di hari yang sama, Ismaya mengaku kembali dihubungi oleh perwakilan dari ormas yang tergabung dalam KRB dan menyampaikan jika Ustaz Somad sudah tiba di Bali dan menginap di Hotel Aston Denpasar. Ormas KRB  saat itu telah menggelar aksi unjuk rasa di depan Hotel Aston Denpasar. 

Tak lama kemudian, perwakilan dari Polda Bali juga menghubunginya dan menanyakan apakah akan datang ke Aston Denpasar untuk ikut bergabung dengan pengunjuk rasa. “Kepada perwakilan dari ormas itu saya sampaikan bahwa beliau (Ustaz Somad) NKRI. Kepada perwakilan Polda yang menanyakan apakah kami akan datang ke Aston, saya katakan tegas tidak ke sana. Ustaz Somad NKRI, untuk apalagi saya datang ke sana,” ujarnya.

Sekitar pukul 17.00 Wita, ia dihubungi kembali oleh perwakilan dari ormas yang berdemonstrasi di depan Hotel Aston. Ismaya dilaporkan jika Ustaz Somad menolak mencium bendera Merah Putih dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. “Saya langsung berfikir, kalau begitu berarti Ustaz Somad tidak NKRI. Saya putuskan datang ke Aston untuk mengonfirmasi langsung ke Ustaz Somad,” ujarnya.

Sesampainya di Hotel Aston, Ismaya mengakui langsung merangsek masuk ke dalam hotel meski ada penjagaan ketat Kepolisian. Ia lantas ikut duduk di dalam ruang pertemuan. 

Saat itu, telah ada Kapolresta Denpasar dan Komandan Kodim Badung, perwakilan PWNU dan organisasi yang tergabung dalam KRB serta panitia penyelenggara. Ustaz Somad lalu dihadirkan. Kapolresta Denpasar menjelaskan jika Ustaz Somad bukan ulama seperti yang dituduhkan. 

“Saya sampaikan waktu itu mohon maaf kepada Ustaz Somad. Kami tidak tahu kalau ustaz NKRI. Kami siap mendukung dan menjaga Pak Ustaz,” ujar Ismaya. 

Ismaya juga menampik membawa senjata saat kejadian itu. “Saya juga klarifikasi saya tidak ada bawa senjata. Itu tongkat komando saya," ujarnya. (mus)