Mirwan Amir Bantah Dapat US$1,2 Juta Korupsi E-KTP

Mirwan Amir
Sumber :
  • VIVAnews/Anhar Rizki Affandi

VIVA – Mantan Wakil Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari Fraksi Partai Demokrat, Mirwan Amir telah menjalani pemeriksaan sebagai saksi untuk tersangka korupsi Markus Nari di Komisi Pemberantasan Korupsi, Kamis, 4 Januari 2018. 

img_title Paulus Tannos Ajukan Penangguhan Penahanan di Singapura, Begini Respon KPK

Amir ditanya soal anggaran kasus dugaan tindak pidana pengadaan paket penerapan Kartu Tanda Penduduk Berbasis Nomor Induk Kependudukan Secara Nasional (KTP Elektronik) atau e-KTP di Banggar DPR RI. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Jadi saya jelasin masalah pembahasan APBN, postur APBN itu saja dan tidak ada yang lain," kata Mirwan di KPK, Jakarta Selatan. 

img_title Eks Napi Andi Narogong Bungkam usai Diperiksa KPK soal Kasus Korupsi e-KTP

Mirwan membantah terlibat menerima uang dalam proyek e-KTP dan ia juga menegaskan bahwa tidak dilobi Markus Nari untuk pengurusan penambahan anggaran. 

"Tidak, tidak pernah sama sekali karena memang tidak dibahas di badan anggaran dan itu semua ada di komisi dua," ujarnya. 

img_title Ditangkap di Bandara Changi, Buronan Kasus e-KTP Paulus Tannos Baru Pulang dari LN

Dalam surat dakwaan dan tuntutan jaksa KPK terhadap dua mantan pejabat Kemendagri, Sugiharto dan Irman, Mirwan Amir disebut menikmati uang US$1,2 juta dari proyek senilai Rp5,9 triliun itu.
 

Buronan kasus korupsi e-KTP, Paulus Tannos

Pengadilan Singapura Gelar Sidang Pendahuluan Ekstradisi Paulus Tannos Akhir Juni

Pengadilan Singapura rencananya akan menggelar sidang proses ekstradisi Paulus Tannos pada akhir bulan Juni 2025, yakni tanggal 23-25 Juni.

img_title
VIVA.co.id
3 Juni 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut