Wabah Campak di Asmat sejak 2017, Sudah 568 Jadi Korban

Seorang tenaga medis menunjukkan vaksin campak
Seorang tenaga medis menunjukkan vaksin campak
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Rosa Panggabean

VIVA – Wabah campak yang melanda suku Asmat di Kabupaten Asmat, Papua, dilaporkan terjadi sejak September 2017. Wabah itu sudah menyerang sedikitnya 568 korban, yang sebagian anak-anak dan balita.

Berdasarkan keterangan tertulis yang disampaikan Bupati Asmat, Elisa Kambu, wabah campak itu menyerang 23 distrik/kecamatan yang mencakup 224 kampung/desa. Ratusan orang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah setempat dengan rincian 393 orang rawat jalan dan 175 orang rawat inap.

Bupati mengakui bahwa tak semua wilayah yang terdampak wabah campak itu mudah dijangkau oleh tenaga medis atau pun aparat pemerintah. Bahkan sebagian warganya sulit ditemui karena sering masuk-keluar hutan dan hidup berpindah-pindah tempat.

“Selain itu, keterbatasan tenaga medis dan paramedis di puskesmas dan pustu, hingga kini menjadi kendala utama dalam melakukan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Asmat yang permukimannya terpencar-pencar di wilayah pesisir laut dan sungai,” kata Bupati pada Selasa, 16 Januari 2018.

Tim ditugaskan sebulan

Pemerintah membentuk tim khusus yang disebut Satuan Tugas (Satgas) Kemanusiaan untuk menangani wabah campak dan bencana gizi buruk di Asmat itu. Satgas terdiri aparat TNI, Polri, Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, dan pemerintah daerah.

Tim sudah diberangkatkan ke Asmat dan bersama itu dikirimkan pula logistik serta obat-obatan kemarin. Tim serupa sebanyak 30 orang dijadwalkan diberangkatkan lagi pada hari ini namun disiagakan di Kabupaten Mimika.