Prabowo Sindir Jargon 'Kerja Kerja Kerja' untuk Siapa

Calon Presiden Prabowo Subianto.
Sumber :
  • VIVA/Syaefullah

VIVA – Bakal calon presiden Prabowo Subianto sempat menyindir jargon pemerintahan Joko Widodo dalam sambutannya pada acara bedah buku Prabowo berjudul "Paradoks Indonesia".

img_title Tim Alfa TNI Turun ke Way Kambas, Misi Khusus Selamatkan Habitat Gajah dari Karhutla

Dalam sambutannya, Prabowo sempat menyindir jargon 'kerja, kerja, kerja' yang diketahui biasa disampaikan pemerintah. Prabowo mempertanyakan jargon itu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kata dia kerja yang dilakukan untuk siapa. Padahal nyatanya Indonesia saat ini masih belum menunjukkan hal positif bagi masyarakatnya.

img_title Polda Sumsel Beberkan Penanganan Karhutla di Hadapan Prabowo, Akui Ada 15 Kasus dan 17 Tersangka Sudah Ditahan

"Kondisi ekonomi Indonesia baik, rakyat gembira. Yang penting kita kerja terus. Kerja, kerja, kerja. Pertanyaannya adalah kerja untuk siapa," ujarnya di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Sabtu 1 September 2018.

Mendengar hal itu, para tamu undangan sempat bertepuk tangan. Prabowo berkata seperti itu bukan tanpa alasan.

img_title Lapor ke Prabowo, Kapolda Ungkap Bakar Lahan Tebu Jelang Panen Picu Karhutla di Sumsel

Menurutnya, mengutip data dari Walhi, 80 persen rakyat Indonesia tidak menguasai lahan. Menurutnya hal tersebut tentu mengakibatkan ketidakadilan bagi masyarakat.

"Tanah dan hutan kita, bumi kita 82 persen dikuasai korporasi. Jadi satu persen menguasai 80 persen lahan Indonesia. Harus kita pikirkan bagaimana mengatasi ini," katanya.

Itu adalah salah satu contoh kalau pemerintah hingga kini belum berpihak pada rakyat. Indikator lainnya adalah kemudahan air bersih.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menjelaskan, kalau masih ada rakyat Indonesia hingga kini sulit dapat air bersih. Padahal negara sudah 73 tahun merdeka.

"Air saja kita peringkat 123 dari 124 negara. Kedua dari bawah." (mus) 

Presiden Prabowo Subianto

Prabowo Bakal Luncurkan PLTS 100 GWp, Efisiensi Listrik Diprediksi Capai Rp73,9 Triliun

Presiden RI Prabowo Subianto akan meluncurkan dan melakukan groundbreaking Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GWp pada Selasa, 25 Agustus 2026.

img_title
VIVA.co.id
25 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut