Tanggapi BIN, Gerindra: Radikalisme Tidak Identik Keburukan

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Sodik Mudjahid
Sumber :

VIVA – Partai Gerindra mempertanyakan rilis Badan Intelijen Negara yang menyebut ada 41 masjid di lingkungan pemerintah yang terindikasi terpapar radikalisme.

img_title Wamenag Minta Publik Tak Langsung Kaitkan Ledakan di MAN 3 Padang dengan Radikalisme

Gerindra mengkritik rilis itu karena tak lebih dahulu dijelaskan pengertian radikalisme. Namun, partai oposisi itu berpendapat, radikalisme sesungguhnya tak selalu bermakna atau berdampak negatif.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Radikalisme tidak identik dengan negatif dan keburukan. Sumpah pemuda adalah salah satu bukti tindakan radikal," kata Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra, Sodik Mudjahid, lewat keterangan tertulisnya, Senin, 19 November 2018.

img_title Iran Tangkap 8 Orang Diduga Terkait Aktivitas Badan Intelijen Asing

Wakil Ketua Komisi VIII DPR yang membidangi agama itu juga mempertanyakan pihak yang bagaimana yang sering dianggap radikal: bertentangan dengan Pancasila atau hanya mengkritik pemerintah. Dia malahan curiga bahwa yang dianggap radikal itu sebenarnya cuma kritis terhadap pemerintah.

Maka, katanya, perlu pendekatan yang tepat terhadap sikap kritis di lingkungan masjid. Dia menilai memang banyak kalangan muda kritis yang di lingkungan masjid. "Masjid-masjid, kampus dan masjid-masjid BUMN penuh dengan pemuda-pemuda mahasiswa kaum milenial yang cerdas dan berwawasan, tapi kritis," ujarnya.

img_title 3 Fitur Game Online yang Disukai Pelaku Terorisme dan Radikalisme

BIN mengungkap ada 41 dari 100 masjid di lingkungan kementerian, lembaga, serta BUMN yang terindikasi terpapar radikalisme. Masjid itu dibagi dalam tiga klasifikasi level: rendah, sedang, dan tinggi.

Rinciannya, sebagaimana dinyatakan  Staf Khusus Kepala BIN Arief Tugiman, 11 masjid kementerian, 11 lembaga, dan 21 masjid BUMN.

BNPT

620 Anak Terpapar Radikalisme Lewat Media Sosial Sepanjang 2026

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mencatat 620 anak terpapar paham kekerasan dan radikalisme melalui media sosial sepanjang Januari hingga 26 Agustus 2026.

img_title
VIVA.co.id
2 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut