Gedung Parlemen Kosong, Ketua DPR Berdalih Bukan Pekerja Pabrik

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Bambang Soesatyo
Sumber :
  • VIVA/Agus Rahmat

VIVA – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Bambang Soesatyo membela diri dari kritik publik tentang begitu banyak kursi kosong saat rapat paripurna Parlemen beberapa waktu lalu. Menurutnya, pemandangan itu tak dapat selalu dianggap anggota Dewan banyak yang membolos.

Pemerintah Mau Pandemi Jadi Endemi, Anggota DPR: Harus Ada Standar

DPR, katanya berdalih, bukanlah pekerjaan yang menuntut semua anggotanya selalu berada di kantor setiap hari. Sebab mereka adalah wakil rakyat yang mesti juga beraktivitas di luar kantor.

"Karena DPR/MPR RI dan DPD RI sesuai konstitusi adalah lembaga politik dan anggota di dalamnya adalah para pekerja politik yang dipilih langsung oleh rakyat pemilihnya di daerah pemilihan masing-masing dan bukan pekerja kantoran atau pabrik, maka kita tidak perlu sotoy dan kepo," katanya dalam keterangan tertulisnya pada Selasa, 25 Desember 2018.

Kelangkaan Minyak Goreng, Komisi 6 DPR: Rantai Pasok Rusak

Politikus Partai Golkar itu berpendapat, penilaian sebagai anggota yang malas atau tidak, bolos atau tidak, sebenarnya yang paling bisa menilai adalah rakyat di daerah pemilihannya. Bisa jadi seorang anggota Dewan tak pernah berkantor tetapi malah menghabiskan banyak waktu menemui masyarakat dan menyerap aspirasi mereka.

“Mereka rajin bekerja turun ke bawah berpanas-panas ke desa-desa membantu konstituennya serta menjalankan tugas-tugas kedewanan seperti sosialisasi atau menyerap aspirasi, meninggalkan kemewahan ruangan rapat yang dingin ber-AC," katanya. 

Pimpinan DPR Belum Izinkan RUU TPKS Dibahas saat Reses, Ini Alasannya

Bagi Bambang, bolos atau tidak anggota Dewan adalah soal kehadiran mereka di daerah pemilihannya. Maka jika memang membolos, hukumannya adalah masyarakat tidak akan memilih kembali. (mus)

Kompleks Gedung MPR DPR dan DPD (Ilustrasi)

BNPT Rilis Ciri Penceramah Radikal, Ini Respons Anggota DPR

Menurut Bukhori, indikator yang dipaparkan oleh BNPT cenderung sumir sehingga dapat memicu tafsir liar bagi masyarakat awam

img_title
VIVA.co.id
9 Maret 2022