JK Luruskan Tanah Prabowo, BPN Curiga Pertanyaan Jokowi Titipan Asing

Joko Widodo dan Prabowo Subianto saat debat Capres, 17 Februari 2019.
Joko Widodo dan Prabowo Subianto saat debat Capres, 17 Februari 2019.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

VIVA – Badan Pemenangan Nasional (BPN) ikut merespons ucapan Wakil Presiden Jusuf Kalla soal polemik tanah Prabowo Subianto yang berstatus hak guna usaha (HGU) di Aceh dan Kalimantan Timur. Pernyataan JK dinilai sebagai bentuk dukungan terhadap pengusaha pribumi.

Juru Bicara BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Nizar Zahro, menilai memang seharusnya pemerintah mendukung pengusaha pribumi dibanding pengusaha asing.

"Maka patut dipertanyakan jika selevel Presiden RI mempertanyakan lahan tersebut. Kami mencurigai ada modus ekonomi di balik pernyataan Presiden Jokowi di debat kemarin. Bahkan kami mencurigai bahwa pernyataan itu titipan pihak asing yang ingin mengambil alih penguasaan lahan tersebut," kata Nizar kepada VIVA, Selasa, 19 Oktober 2019.

Nizar menambahkan, jawaban Prabowo sangat jelas. Jika negara ingin mengambilnya akan diberikan secara ikhlas. Namun, kalau asing yang ingin merebutnya, akan dilawan sampai titik darah penghabisan.

"Selain itu, dari pernyataan Pak JK dapat juga disimpulkan; pertama, proses lahan tersebut dilakukan pada era reformasi. Tepatnya pada tahun 2004, bukan di era orde baru sebagaimana tuduhan orang-orang yang tidak bertanggung jawab," ujarnya.

NIzar mengatakan, saat itu Prabowo pun memberi tunai untuk membantu kredit macet di bank.

"Kedua, Pak Prabowo membeli secara cash untuk membantu kredit macet di Bank Mandiri. Pak Prabowo tampil sebagai penyelamat ekonomi karena menyuntik dana cash ke kas BPPN atau negara," ujarnya.