Eggi Sudjana Tegaskan People Power Bukan Makar

Eggi Sudjana.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Bayu Nugraha

VIVA – Ketua Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) Eggi Sudjana menegaskan people power yang dikatakannya tak memiliki keterkaitan dengan dugaan tindakan makar. Eggi dilaporkan politikus PDIP S Dewi Ambarawati alias Dewi Tanjung.

img_title Diperiksa soal Dugaan Makar, Saiful Mujani: Buktinya Ada di Kepala Semua

"Dalam kesempatan ini saya ingin lebih tegaskan dulu bahwa statement yang saya terkait dengan people power harus dipahami oleh masyarakat luas tidak ada kaitannya dengan makar," kata Eggi sebelum jalani pemeriksaan di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Jumat, 26 April 2019.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia menjelaskan ucapannya terkait people power tak berikaitan dengan upaya akar atau melawan pemerintahan yang sah. Namun, ia menyinggung people power itu konsekuensi dari dugaan kecurangan pemilu.

img_title Menteri Pigai: Pernyataan Saiful Mujani soal Ajakan Makar Tidak Dijamin Konstitusi Berpendapat

"Tidak ada kaitannya dengan melawan pemerintahan yang sah, enggak ada. People power yang saya ucapkan adalah konsekuensi logis dari situasi yang disebut pemilu curang," ujarnya.

Eggi mengklaim telah bertindak secara prosedur dalam mengungkap kecurangan pemilu. Dia mengaku telah datang ke Bawaslu serta Malaysia untuk bertemu duta besar tetapi tak mendapatkan respons yang diharapkan.

img_title Ucapan Saiful Mujani Berujung 2 Laporan Polisi di Polda Metro

Maka itu, Eggi mengatakan jika kecurangan tetap terjadi people power pun akan diturunkan.

"Maka logika gerakannya menjadi kekuatan rakyat itu sah menurut UUD 45 pasal 1 ayat 2 dan 3 menyatakan dengan jelas kedaulatan rakyat. Bahkan pasal 28e ayat 3 UUD45 menyatakan setiap orang berhak berserikat berkumpul dan menyatakan pendapat, dan pendapat saya sebagai advokat loh jangan lupa," katanya.

Lebih lanjut, Eggi mengaku awalnya dirinya malas menanggapi kasus yang menimpanya ini. Dia juga malas untuk melaporkan balik Dewi Tanjung ke ranah hukum. Tindakan itu, diakunya, mengikuti Prabowo Subianto yang dianggapnya berjiwa besar.

“Saya belajar dari Pak Prabowo, dia difitnah kayak apapun, dicaci maki, terakhir dibilang sinting gila dia enggak melawan. Saya ikutin Prabowo sebagai yang saya jadikan pemimpin," ucapnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, meski akhirnya dia memutuskan untuk melaporkan balik Dewi karena sudah masuk ke ranah hukum. Dia pun kini ada di Polda Metro Jaya untuk memenuhi panggilan polisi.

"Kenapa saya ke sini juga, karena dipanggil oleh Polisi, saya hargai polisi dan sudah menjadi peristiwa hukum oleh karena itu saya lapor balik," ucapnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut