Jelang Sidang di MK, Koalisi Prabowo Bubar Jalan?

Sekjen partai koalisi Indonesia Adil Makmur saat bertemu Prabowo Subianto beberapa waktu lalu.
Sumber :
  • istimewa

VIVA – Sidang gugatan hasil Pilpres 2019 tinggal menunggu hitungan hari. Namun, koalisi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang tergabung dalam Badan Pemenangan Nasional (BPN) dilanda isu perpecahan internal.

img_title Prabowo Ungkap Data IMF, Ekonomi RI Masuk 7 Besar Dunia

Isu ini karena manuver Ketua Komando Satuan Tugas Bersama, Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY yang menemui capres petahana Jokowi pasca-pengumuman rekapitulasi hasil Pilpres 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum. Padahal, Demokrat merupakan salah satu partai pengusung Prabowo-Sandi di Pilpres 2019.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Merespons hal tersebut, Kadiv Advokasi dan Hukum DPP Demokrat, Ferdinand Hutahaean mengatakan tak menampik pihaknya menjaga jarak dengan koalisi 02. Salah satu alasannya, karena perbedaan pandangan dengan elite BPN dalam menyikapi pengumuman rekapitulasi pilpres.

img_title Angka Kemiskinan Indonesia Turun Jadi 8 Persen, Cak Imin: 2029 Ditargetkan 5 Persen

"Iya jadi memang dinamika koalisi 02 sebulan terakhir cepat berubah. Sejak KPU umumkan hasil rekapitulasi 21 Mei lalu, banyak suara berbeda dengan elite 02. Seperti soal people power dan ini sangat tidak disetujui Pak SBY. Pak SBY memberikan petunjuk maka kami mengambil sikap menjaga jarak," kata Ferdinand dalam acara Apa Kabar Indonesia Pagi tvOne, Minggu 9 Juni 2019.

Dia menekankan usai pengumuman rekapitulasi KPU, terjadi rangkaian peristiwa politik seperti aksi unjuk rasa di Bawaslu yang berujung kerusuhan. Lalu, ia menyinggung sebagian pendukung 02 via media sosial yang mem-bully Ani Yudhoyono saat masih sakit dan mendapat perawatan di Singapura.

img_title Prabowo Resmikan Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan, Apa Fungsi dan Tugasnya?

Baca: Gerindra Ungkap Alasan Prabowo Bocorkan Pilihan Politik Ani Yudhoyono

Lalu, testimoni Prabowo saat takziah ke Cikeas yang dinilai kurang sesuai saat menyampaikan pilihan politik Ani Yudhoyono. Ucapan Prabowo diprotes suami Ani Yudhoyono, Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY.

"Itu agak tidak patut, apa yang disampaikan (Prabowo) seharusnya yang baik dikenang. Kami merasa semakin jauh dengan 02, saat gugatan ke MK, kami juga tidak diajak. Jadi, kami merasa sudah menjadi tinggal catatan," ujar Ferdinand.

Respons Gerindra

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Wakil Sekretaris Jenderal DPP Gerindra, Taufik Riyadi merespons santai soal manuver Demokrat. Begitupun indikasi pertemuan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dengan Jokowi sebagai spekulasi politik.

Bagi dia, selama tak ada deklarasi resmi dari pucuk pimpinan Demokrat dan PAN maka kedua partai tersebut masih jadi bagian BPN.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut