Golkar DKI Cabut Dukungan, Bamsoet Sebut Ada Ancaman

Para ketua Golkar DKI cabut dukungan atas Bambang Soesatyo
Sumber :
  • VIVA/Anwar Sadat

VIVA – Wakil Koordinator Pratama Partai Golkar, Bambang Soesatyo merespons adanya pencabutan dukungan DPD DKI terhadap dirinya untuk maju sebagai caketum Golkar. Dia mengaku kasihan karena pembatalan dukungan itu ada ancaman.

img_title Survei IPO: Elektabilitas Gerindra Teratas Capai 23,1%, Disusul PDIP dan Golkar

"Itulah saya kasihan sama adik-adik saya di DKI karena diancam plt sehingga terpaksa mereka melakukan hal itu. Buat saya sih tidak masalah yang penting bukan verbalnya tapi hati nuraninya," kata Bambang di Gedung DPR RI, Selasa 2 Juli 2019

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bambang meyakini dirinya tetap mendapatkan dukungan dari para Ketua DPD tingkat II Jakarta tersebut. Sebab, dukungan yang benar adanya di hati dan saat memilih nanti akan dilakukan secara tertutup. Maka itu, masih mungkin para pimpinan DPD tersebut memilihnya.

img_title Nusron Dua Kali Absen dari Panggilan KPK, Bahlil Angkat Bicara

"Karena pada saat pemilihan nanti kan nanti tertutup. Walaupun dukungan-dukungan di situ penting untuk kita mengukur sejauh mana kita dibutuhkan," tutur Bambang.

Kemudian, ia menekankan saat pemilihan ketua umum nanti, dapat dilihat sejauh mana kader-kader Golkar menginginkan perubahan. Terkait perhelatan Munas, Bambang masih belum mengetahuinya waktu pastinya.

img_title Bahlil: Golkar Lahir Bukan Ingin Jadikan Ketumnya Presiden

"Kita akan bicarakan dalam rapat kita, persoalannya kan kita belum tau rapat pleno internal kita kapan," katanya

Bamsoet menambahkan saat ini, ia akan mengukur diri dulu. Bila memang ia tak ada dukungan untuk maju sebagai caketum maka tak ada masalah. "Sebetulnya saya tidak punya keinginan kuat untuk maju karena menurut saya kita ini kan kalau dibutuhkan oke tapi kalau enggak buat apa," ujarnya.

Baca: Golkar Wilayah DKI Batal Dukung Bamsoet Jadi Calon Ketua Umum

Bantah Diancam

Sebelumnya, Plt Ketua DPD Golkar Jakarta Pusat Basri Baco mengatakan, sikapnya bersama lima pimpinan wilayah lain telah menyalahi aturan dalam memberikan dukungan untuk Bamsoet. Sebab, mereka tak berkoordinasi dengan Plt Ketua DPD Golkar DKI, Rizal Malarangeng dalam dukungan ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Basri menambahkan, sikap membatalkan dukungan diambil karena menyadari kekeliruan yang tak sesuai fatsun organisasi. Meski demikian, ia menekankan keputusan ini harus diambil.

Ia pun menepis adanya tekanan, intervensi terkait keputusan tersebut. Basri pun menyampaikan permohonannya kepada Plt Ketua DPD Golkar DKI Rizal Mallarangeng dan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut