Saling Sindir Kubu Bamsoet dan Airlangga
- VIVA/Muhamad Solihin
Irwan mengatakan dinamika yang terjadi di internal partai berlambang beringin itu menguras energi dan menguji talenta politik Airlangga Hartarto yang juga diberi amanah menjabat Menteri Perindustrian oleh Presiden Joko Widodo. Menurutnya, waktu pada akhirnya membuktikan, politisi kelahiran Surabaya, 1 Oktober 1962 silam itu, mampu meloloskan Partai Golkar dari lubang jarum.
Dia melihat Airlangga berhasil mengantar partai yang dipimpinnya meraih kursi terbesar kedua pada Pileg 2019 sebanyak 85 kursi dengan perolehan suara 17.229.789 atau 12,31 persen. Selain itu, kepiawaian Airlangga dalam berpolitik menuntunnya pada jalan kemenangan saat memutuskan menjadi partai pengusung pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin pada Pilpres 2019.
"Partai Golkar yang pasca reformasi selalu mengalami kegagalan dalam mencalonkan presiden RI, saat ini berhasil meletakkan catatan sejarah bahwa ternyata mampu mengantarkan Jokowi menjadi presiden RI periode 2019-2024," katanya.
Mantan Ketua Umum DPP Partai Golkar Akbar Tandjung pun melayangkan apresiasinya terhadap kepemimpinan Airlangga Hartarto yang dinilainya sangat spektakuler, karena di tengah hantaman badai yang begitu dahsyat, Partai Golkar tetap mampu bertahan. Keberhasilan ini patut mendapat apresiasi yang tinggi dalam menjalankan roda organisasi Partai Golkar.
"Ajakan pribadi serta kesadaran ini seyogianya bisa tertular secara masif kepada kader dan simpatisan Partai Golkar," kata Irwan.
Irwan melanjutkan tidak ada alasan lagi bagi siapa pun untuk mempersoalkan prestasi Partai Golkar. Saat ini, para punggawa Partai Golkar yang tersebar di DPD provinsi, kabupaten/kota hingga desa wajib mengikuti keberhasilan ini, dan diharapkan bisa belajar dari keberhasilan nasional.
"Tidak dapat dipungkiri ada beberapa daerah yang gencar melancarkan kritik namun yang bersangkutan lupa melakukan introspeksi pada lingkungannya sendiri. Bahkan menjadi rahasia umum kalau kegagalan total itu terjadi," ujarnya.
Dia pun menyarankan kepada para pengurus daerah Partai Golkar tertentu tersebut sebaiknya tabayun agar tidak salah kaprah bahwa seakan berhasil padahal gagal total. Menurutnya, kegagalan konsolidasi Partai Golkar pada daerah-daerah tertentu itu bukti bahwa ternyata para petinggi Golkar di daerah tersebutlah yang harus dievaluasi.
Irwan menyampaikan sebagai kader yang dipercayakan atau mendapat amanah mengamankan kebijakan Partai Golkar di daerah harus mampu membuktikan keberhasilan kepemimpinannya, bukan malah selalu mencari kelemahan pada pengurus di tingkat nasional.