Dampak Negatif Pemilihan Ketua MPR Lewat Voting

Sidang MPR pada Rabu, 2 Oktober 2019.
Sumber :
  • VIVAnews/ Lilis Khalisotussurur.

VIVA – Pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat atau MPR akan ditentukan pada Kamis malam ini, 3 Oktober 2019. Penentuan Ketua MPR diwanti-wanti, agar tidak lewat mekanisme voting, karena akan menyalahi nama MPR itu sendiri.

img_title Astra Catat Perjalanan Bisnisnya Berdampak ke Lebih dari 16 Juta Orang Selama Hampir 7 Dekade

"Jangan sampai, bahkan tidak boleh penentuan pimpinan MPR RI yang direncanakan malam ini melalui voting, harus dengan musyawarah," kata pakar komunikasi politik, Emrus Sihombing, Jakarta Pusat, Kamis.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia menyindir sebagai lembaga pemusyawaratan, pemilhan pimpinan MPR jangan sampai mengandalkan voting.

img_title Novo Nordisk Ajak Masyarakat Pahami Dampak Obesitas terhadap Kesehatan Perempuan

"Bila melalui voting, maka secara de facto nama Majelis Permusyawaratan Rakyat telah berubah menjadi majelis pervotingan rakyat," tambah dia.

Menurut dia, mekanisme voting itu sangat jauh dari budaya demokrasi ala ke-Indonesia-an. Sidang perdana penentuan paket pimpinan MPR ini, juga bisa memperlihatkan ke masyarakat karakter para legislatornya.

img_title Waspada! Game Bertema Penyiksaan Bisa Mempengaruhi Kondisi Psikologis Pemain

"Sekaligus, evaluasi awal dari seluruh rakyat Indonesia terhadap semua anggota MPR RI periode 2019-2024, apakah mereka politisi negarawan atau politisi politikus," ujar Emrus.

Jika anggota MPR negarawan, penentuan paket pimpinan MPR bisa lancar melalui musyawarah. Sebaliknya, bila melalui voting, menunjukkan mereka hanya politikus biasa.

"Bila melalui voting, maka mereka lebih dekat sebagai politikus, yaitu orientasi utamanya memperoleh kekuasaan yang seolah mengabaikan bagaimana proses memperoleh kekuasaan itu sendiri," kata Emrus.

Diketahui, di parlemen sendiri masih ada perdebatan, apakah penentuan Ketua MPR melalui mekanisme voting atau musyawarah. Fraksi Partai Gerindra mempersilahkan, jika pemilihan ditempuh lewat jalur voting.

"Kita voting agar jelas posisi kita," kata juru bicara Fraksi Partai Gerindra di MPR, Andre Rosiade.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Paripurna MPR terkait penentuan pimpinan akan digelar Kamis malam ini. Dinamika prosesnya sejauh ini mengerucut persaingan antara Partai Golkar dengan Partai Gerindra untuk perebutan kursi Ketua MPR.

Partai Golkar merekomendasikan Bambang Soesatyo atau Bamsoet sebagai kandidat Ketua MPR. Lalu, Partai Gerindra punya jagoannya, yaitu Ahmad Muzani. Meski terakhir muncul ada Fadel Muhamad dari unsur DPD yang juga ingin menjadi Ketua MPR. (asp)

Ketua DPR RI Puan Maharani (tengah)

Puan Ungkap Sejumlah Dampak Serius Karhutla yang Terlalu Lama Dibiarkan

Puan mengingatkan kecepatan respons menjadi faktor penting dalam mencegah kebakaran meluas. Ia meminta penguatan koordinasi antara pemerintah hingga masyarakat.

img_title
VIVA.co.id
4 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut