Soal Isu Pemulangan WNI Eks Isis, Ini Kata MUI

Wakil Sekretaris Jenderal MUI, Zaitun Rasmin.
Sumber :
  • VIVAnews/Anwar Sadat

VIVA – Majelis Ulama Indonesia atau MUI, masih belum dapat menentukan sikap apakah akan mendukung atau menolak rencana pemerintah memulangkan WNI eks ISIS. MUI harus melakukan pembahasan dengan segenap pengurus untuk mengambil sikap apabila Pemerintah serius untuk memulangkan WNI eks ISIS.

img_title Siswa 16 Tahun di Jerman Mau Bakar Gereja atas Perintah ISIS

Wakil Sekretaris Jenderal MUI Zaitun Rasmin, mengatakan, MUI siap apabila diminta untuk memberikan masukan terkait rencana ini. Tentunya MUI akan melakukan kajian terlebih dahulu dan tidak gegabah dalam memberikan keputusan atau masukan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saya belum bisa menjawab dan harus dibahas dulu. Karena ini polemiknya di Pemerintah juga antara Menkopolhukam dan yang lainnya, karena itu MUI juga tidak akan gegabah dalam memberikan masukan. Akan mempertimbangkan misalnya kalau MUI memberi saran pasti akan meminta data-data, karena kita itu kalau mengeluarkan pendapat selalu dengan data yang lengkap," kata Zaitun di Kantor MUI, Jakarta, Jumat 7 Februari 2020.

img_title 8 Anggota JAD Afiliasi ISIS Diciduk di Sulawesi Tengah, Ditangkap Dini Hari

Zaitun menambahkan, sejatinya untuk urusan pemulangan WNI eks ISIS itu sepenuhnya kewenangan Pemerintah. Namun MUI memiliki harapan agar pemerintah mengkaji secara mendalam, dan juga memikirkan aspek kemanusiaan terhadap WNI eks ISIS.

"Kalau dari MUI kita mengharapkan penanganan itu betul-betul dikaji secara mendalam oleh pemerintah. Contohnya terutama istri sama anak eks ISIS yang mungkin pun mereka terpaksa di sana, mungkin mereka belum melakukan apa-apa, karena yang melakukan suami mereka. Kita (MUI) tak bisa lakukan apa-apa. Yang bisa Pemerintah. Kalau pemerintah mau mengkaji itu, maka itu sisi kemanusiaan yang perlu dipertimbangkan," kata Zaitun.

img_title 9 Jam Sehari Konsumsi Konten Ekstremis, Bocah Singapura Jadi Pendukung Fanatik ISIS

Zaitun mengatakan, nilai kemanusiaan harus dijunjung tinggi oleh pemerintah Indonesia, dan tidak dapat dilepaskan karena merupakan bagian dari Pancasila. Maka dari itu, MUI berharap pemerintah dapat mengambil keputusan yang bijaksana.

"MUI tidak ada kecenderungan apa-apa. Ini ada sisi keamanan kemanusiaan ini yang akan ditimbang. Kita berharap pemerintah bersungguh-sungguh untuk melihat masalah ini," ujarnya.
 

VIVA Militer: Batch Bendera Amerika Serikat di Seragam Tentara AS

Setelah 2 Dekade, Pasukan AS Tinggalkan Irak, Akankah ISIS Kembali Menguat?

Pasukan Amerika Serikat (AS) dijadwalkan meninggalkan pangkalan militer terakhir mereka di Irak pada Rabu waktu setempat. Kepergian pasukan AS dianggap kemenangan Iran

img_title
VIVA.co.id
1 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut