Tips Rizal Ramli Agar Bangkit dari Keterpurukan Ekonomi

Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Rizal Ramli
Sumber :
  • VIVA/Cahyo Edi

VIVAnews - Mantan Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri, Rizal Ramli, menceritakan kesuksesan tim ekonomi yang dipimpinnya pada era Presiden RI ke-4, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, dalam mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi dari pertumbuhan ekonomi negatif ke positif.

img_title Dukung Dasco soal MSCI, Idrus Marham: Ekonomi RI Tak Boleh Bergantung pada Indeks Global

Rizal menuturkan salah satu kebijakan yang dijalankan Tim Ekonomi Gus Dur sehingga sukses mempercepat pertumbuhan ekonomi dari negatif 3 persen ke positif 4,9 persen adalah melalui program restrukturisasi korporasi milik negara maupun unit usaha swasta.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Tim ekonomi pemerintahan Gus Dur sukses mempercepat pertumbuhan ekonomi dari minus 3 persen ke positif 4,9 persen. Seiring dengan itu, utang-pun berkurang, dan mencapai indeks Gini Ratio terendah (0,31) sepanjang sejarah Indonesia adalah melalui program restrukturisasi korporasi milik negara maupun unit usaha swasta,” kata Rizal Ramli, Minggu, 12 April 2020.

img_title Strategi Pemerintah Dongkrak Potensi Wisata-Ekonomi Lokal

Rizal Ramli yang juga mantan anggota Tim Panel Ekonomi PBB itu mengatakan sejumlah contoh sukses restrukturisasi korporat, antara lain, restrukturisasi Bulog, PT Dirgantara Indonesia (PT DI), dan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), pemisahan manajemen PT Telkom dan PT Indosat, serta penanganan Bank Internasional Indonesia (BII). Selain itu, kebijakan di sektor properti, Usaha Kecil Menengah (UKM) dan Usaha Tani.

Saat ini, pandemik virus corona memukul perekonomian Indonesia. Namun, peluang untuk bangkit kembali dinilai tetap masih ada. Syaratnya, tim ekonomi memiliki terobosan nyata yang mampu menggairahkan kembali perekonomian rakyat.

img_title Nurdin Halid: Operasionalisasi Kopdes Merah Putih Harus Berbasis Kedaulatan Ekonomi Rakyat

1. Bulog

Bulog semasa pemerintahan Soeharto dikenal sebagai lembaga yang sangat korup. Kemudian, diubah oleh tim ekonomi Gus Dur menjadi lembaga yang transparan, profesional, dan akuntabel.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Langkah pertama adalah melakukan mutasi besar-besaran yang mencakup 5 pejabat eselon satu (Deputi) dan 54 pejabat eselon dua (Kepala Biro dan Kepala Dolog). Dari 26 Kepala Dolog, 24 di antaranya dipensiunkan atau dimutasi. Total sekitar 80 karyawan di bawahnya dipensiunkan secara dini.

Selanjutnya memangkas rekening Bulog dari 117 rekening menjadi hanya 9 rekening. Sistem pembukuan di Bulog yang tidak jelas standarnya diubah menjadi General Accepted Accounting Principles, sehingga dapat diaudit dan dipertanggungjawabkan. Ketika selesai dibenahi, Bulog surplus Rp 5 triliun (yang akhirnya malah dibelikan pesawat Sukhoi pada era setelah Gus Dur).

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut