KNPI Soroti Insiden Pengusiran Dirut Inalum dari DPR

Kompleks Gedung MPR DPR dan DPD (Ilustrasi)
Sumber :
  • vivanews/Andry

VIVAnews - Ketua Umum Komite Nasional Pemuda Indonesia, Haris Pertama, menyoroti tindakan anggota DPR dari Fraksi Demokrat Muhammad Nasir yang mengusir Direktur Utama PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero), Orias Petrus Moerdak, saat rapat dengan Komisi VII DPR. Orias diminta keluar dari ruangan setelah cekcok panas dan insiden gebrak meja.

img_title Inalum Perkenalkan Low Carbon Aluminium Indonesia, Dari Energi Air ke Pasar Dunia

Alasan Nasir mengusir Orias adalah ia tidak kooperatif menjawab pertanyaan anggota dewan terkait utang bertenor 30 tahun untuk membeli saham PT Freeport Indonesia.
Bahkan Nasir juga menyurati Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir agar mencopot Orias dari posisi Dirut Inalum.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kami mendukung penuh ketegasan Muhammad Nasir yang mengusir Dirut Inalum Orias Petrus di DPR," kata Haris di Jakarta, Rabu, 1 Juli 2020.

img_title Perkuat Praktik Industri Berkelanjutan, PLTA Inalum Borong Apresiasi di ENSIA 2026

Politikus Partai Golkar tersebut juga meminta Erick Thohir agar segera mencopot Orias dari jabatannya sebagai Direktur Utama PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero). Menurutnya, Orias datang ke DPR dengan persiapan yang minim, salah satunya dia tidak membawa data yang diminta DPR.

“KNPI juga meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk memerintahkan Meneg BUMN mencopot Orias secepatnya,” kata Haris.

img_title Pastikan Jaga Kinerja Berkelanjutan, Inalum Genjot Ekspansi dan Hilirisasi

Bahkan, kata Haris, KNPI di seluruh Indonesia akan menggelar aksi serempak meminta Erick Thohir untuk mencopot Orias. “Seluruh anggota KNPI di berbagai wilayah di Indonesia akan turun ke jalan untuk meminta Erick Thohir segera mencopot Orias,” katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pembahasan utang PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) untuk merestrukturisasi utang akuisisi PT Freeport Indonesia di DPR memanas. Bahkan, Dirut Inalum Orias Petrus Moedak bahkan diminta untuk meninggalkan ruangan rapat oleh anggota Komisi VII Fraksi Demokrat Muhammad Nasir. Dia menanyakan tidak adanya bahan paparan lengkap terkait utang Inalum.

Inalum baru saja mendapatkan global bond sebesar US$2,5 miliar pada Mei 2020.
Dari nominal tersebut, US$1 miliar di antaranya digunakan untuk merestrukturisasi sebagian utang dalam bentuk global bond sebesar US$4 miliar yang digunakan Inalum untuk membeli 51,24 persen saham Freeport Indonesia.

Hilirisasi. (ilustrasi)

Dampak Hilirisasi Bauksit Buat Publik Tercengang, Arif Haendra Singgung Impor: Hemat Devisa hingga Rp9 T

Dampak hilirisasi bauksit membuat publik tercengang. Pasalnya, hilirisasi bauksit memberikan dampak nyata bagi industri aluminium nasional melalui pengurangan

img_title
VIVA.co.id
14 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut