Prediksi: 2022-2023 Tanpa Pilkada dan Isu Presiden 3 Periode

Ilustrasi warga mengikuti pemungutan suara ulang pemilihan umum (pemilu) 2019.
Ilustrasi warga mengikuti pemungutan suara ulang pemilihan umum (pemilu) 2019.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Irwansyah Putra

VIVA – Pasca Pilkada Serentak 2020 yang dilaksanakan di 270 daerah pada 9 Desember 2020, ke depannya diprediksi tidak ada lagi agenda politik pemilihan umum. Tapi diperkirakan, baru akan berlangsung pada 2024 yang dilakukan serentak yakni pilkada dan pemilu nasional, pilpres dan pileg.

Merujuk Undang Undang Nomor 10 Tahun 2016, menurut pemerhati politik yang juga Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indo Barometer, Muhammad Qodari, agenda pilkada baik itu untuk gubernur maupun bupati/wali kota, tidak akan digelar.

Agenda pilkada pada 2022-2023 kemungkinan diundur. Agenda politik tersebut baru akan berlangsung secara serentak pada November 2024, usai pemilu nasional yang digelar pada April.

Baca juga: Khofifah Sudah Bilang Vaksin COVID-19 Sinovac Halal

"Artinya tidak ada pilkada gubernur di daerah strategis seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur," ujar Qodari, Jumat 18 Desember 2020.

Yang paling memungkinkan, lanjut dia, adalah Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) membahas revisi undang-undang yang menyangkut pemilu, baik pilkada, pemilu legislatif atau pileg dan pilpres. 

Maka, dia memprediksi, partai-partai menengah dan kecil kemungkinan tetap menginginkan adanya pilkada pada 2022 dan 2023. Beda halnya dengan partai-partai besar.