Aburizal Nikmati Wayangan di Ruwatan Golkar

VIVAnews - Partai Golkar menggelar acara pagelaran wayang kulit di kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Pagelaran wayang ini diawali dengan acara ruwatan yang dilakukan siang hari dan dilanjut dengan pagelaran wayang semalam suntuk.

Pegelaran wayang dengan lakon Wiroto Parwo akan dibawakan oleh dalang Ki Anom Suroto itu dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Sebelum acara wayang Ki Anom, pengurus DPP berkumpul mengikuti wayangan ruwatan.

Tampak hadir Ketua Umum DPP Golkar Aburizal Bakrie, Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung, Sekjen DPP Partai Golkar Idrus Marham, dan lain-lain.

Acara ruwatan dibuka oleh Budayawan yang juga Ketua Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) NU Al Zastrow. Dia mengatakan ruwatan itu dilakukan sebagai simbol mengembalikan keadaan untuk menjadi lebih baik.

"Ruwatan ini artinya mengembalikan pada keadaan asal yang baik dan sempurna," kata Al Zastrow.

Zastrow mengatakan ruwatan ini membebaskan orang atau masyarakat dari bencana alam yang bakal terjadi. Jadi bisa dikatakan upacara ini merupakan doa menolak musibah.

Dia mengatakan ruwatan dan wayangan tidak bertentangan dengan Islam. Karena doanya ditujukan pada Allah SWT.

Menurut dia Nabi juga mengadopsi budaya asal yaitu thawaf di Kabah. "Kalau dulu tawaf minta ke berhala Lata Uzza, sekarang tawaf minta ke Allah. Ruwatan dan wayangan juga demikian," jelasnya.

Bahkan wayangan dulu dijadikan sarana para wali atau ulama untuk mengembangkan Islam di tanah Jawa.

Laporan: Dian Widiyanarko


ismoko.widjaya@vivanews.com