Pimpinan Komisi VII DPR Usul Kementerian BUMN Dibubarkan

Gedung Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Gedung Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Sumber :
  • vivanews/Andry Daud

VIVA – Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Maman Abdurrahman, turut memberikan respons pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengeluhkan kinerja BUMN yang belum maksimal dan kerap mendapatkan proteksi Penyertaan Modal Negara. Menurut Maman, lebih baik Kementerian BUMN dibubarkan dan diganti menjadi badan atau super holding.

"Merespons pidato Pak Jokowi, saya mendorong agar Kementerian BUMN dibubarkan lalu dirubah menjadi badan saja atau super holding yang posisinya di bawah Kementerian teknis yang tupoksinya hanya sebagai fungsi koordinasi, konsolidasi serta sinergisitas antara perusahaan BUMN saja. Namun terkait kontrol, penentuan SDM, supervisi, pelaporan dan lain-lain kembalikan kepada Kementerian Teknisnya masing-masing," kata Maman, yang dikutip Senin 18 Oktober 2021.

Menurut Maman, Presiden Joko Widodo memiliki keinginan besar agar BUMN Indonesia maju, namun menurutnya keinginan Perusahaan BUMN Indonesia tidak akan pernah terwujud karena Indonesia tidak pernah menyelesaikan akar masalahnya 

"Yaitu akar permasalahan yang paling utama dikarenakan adanya Kementerian BUMN menyebabkan kultur profesionalisme hilang karena semuanya menjadi serba Politis dan dualisme kepemimpinan yaitu antara Kementerian Teknis dan Kementerian BUMN," kata Maman.

Anggota DPR dari Fraksi Golkar Maman Abdurrahman
Photo :
  • tvOne

Anggota DPR dari Fraksi Golkar Maman Abdurrahman

Menurut Maman, para direksi BUMN itu akan lebih tunduk dan ikut kepda Kementerian BUMN karena yang bisa mengganti posisi mereka adalah Kementerian BUMN. Sedangkan Teknis dan operasionalisasi mereka sehari-hari nya dengan Kementerian Teknis. 

"Sangat aneh sehari hari nya mereka bekerja dengan kementerian teknis namun yang mengevaluasi dan yang bisa mengganti mereka adalah Kementerian BUMN, memang pejabat pejabat yang ada dikementerian BUMN tahu mengenai Opersional di Migas? tahun mengenai tantangan dan kebutuhan daily activity di pertambangan? tahu mengenai aktivitas di pertanian? perindustrian? Infrastruktur? Yah tentunya yang tahu adalah Kementerian Teknis," ujarnya.