Ketua Fraksi PAN: Menag Gus Yaqut Sebaiknya Minta Maaf

Gedung Kementerian Agama Republik Indonesia
Sumber :
  • VIVA/Muhamad Solihin

VIVA – Partai Amanat Nasional atau PAN, mengkritik pernyataan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang menyebut bahwa Kementerian Agama merupakan hadiah negara untuk Nahdlatul Ulama (NU). Pernyataan Menag yang akrab disapa Gus Yaqut itu, telah menjadi polemik dan menimbulkan kegaduhan.

Menag Ingatkan Umat Islam soal Perjuangan Politik Pemilu 2024 Sudah Selesai

Ketua Fraksi PAN DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, menilai sebaiknya Gus Yaqut fokus bekerja mengurus umat. Jangan melontarkan pernyataan yang justru membuat gaduh.

"Menteri Agama juga diminta untuk bekerja lebih sungguh-sungguh mengurus persoalan umat. Akan lebih produktif jika energi yang ada dipergunakan untuk memperbaiki kualitas pendidikan agama, kualitas pelayanan haji, peningkatan toleransi dan hubungan antar/intra umat beragama, dan banyak lagi aspek kehidupan keagamaan lainnya," kata Saleh, kepada wartawan, Senin 25 Oktober 2021.

Presiden Jokowi: Selamat Idul Fitri 1445 H, Semoga Kita Bisa Saling Memaafkan

Saleh menganjurkan agar Gus Yaqut segera menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat. Sebab apa yang dinyatakannya, merupakan pandangan yang keliru dan dapat menimbulkan perpecahan kedepannya.

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam acara tahlil nasional.

Photo :
  • VIVA.co.id/ Syaefullah
Tentukan Idul Fitri, Kemenag Gelar Sidang Isbat Malam Ini

"Untuk mengakhiri polemik dan kontroversi ini, Menteri Agama diminta untuk menyampaikan permohonan maaf. Atau paling tidak meluruskan mispersepsi yang sempat muncul di tengah masyarakat. Itu adalah sikap terbaik yang perlu dicontohkan oleh para tokoh dan pejabat kita," ujar mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah itu.

Hindari Perdebatan Yang Tak Perlu

Pejabat publik, kata Saleh, semestinya menghindari wacana, narasi, dan perdebatan yang tidak perlu. Sebaliknya, para pejabat publik harus berdiri di barisan terdepan untuk merangkul seluruh komponen anak bangsa.

"Jadi sebaiknya, minta maaf saja. Atau meluruskan mispersepsi yang ada. Itu tidak akan mengurangi apa pun. Justru, bisa menaikkan wibawa dan sikap kenegarawanan," ujarnya

Sebelumnya diberitakan, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas kembali melontarkan pernyataan yang menimbulkan kontroversi. Kali ini dalam webinar memperingati Hari Santri yang diselenggarakan PBNU, Gus Yaqut menyebut bahwa Kementerian Agama adalah hadiah negara untuk Nahdlatul Ulama atau NU.

Menurut Yaqut, belakangan ini banyak muncul perdebatan di internal Kementerian Agama mengenai asal-usul Kementerian Agama. Salah satu tokoh agama, kata Yaqut, ada yang menyebut Kemenag hadiah negara untuk Umat Islam. Tetapi Dia dengan tegas membantahnya.

"Saya bantah, Bukan. Kementerian Agama itu hadiah negara untuk NU, bukan untuk umat Islam secara umum, tapi spesifik untuk NU jadi wajar kalau sekarang NU itu memanfaatkan banyak peluang yang ada di Kementerian Agama karena hadiahnya untuk NU," kata Yaqut, yang dikutip, Minggu 24 Oktober 2021.

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (ketiga dari kanan) dalam konferensi pers sidang isbat penentuan Idul Fitri 1445 H di kantor Kemenag, Jakarta, Selasa, 9 April 2024.

Menag Sebut Sidang Isbat Ruang Dialog Umat Islam karena Menyangkut Banyak Pihak

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyebut bahwa sidang isbat penentuan Idul Fitri menjadi bentuk ikhtiar dan ruang dialog bagi umat Islam untuk saling bertukar pikiran.

img_title
VIVA.co.id
10 April 2024