Jajak Capres Idola
- ist
Menurut Hanta Yuda, jabatan gubernur adalah panggung paling strategis untuk mendongkrak popularitas Pemilu 2024. Terlebih di masa pandemi seperti ini, para gubernur -- terutama di Jawa -- menjadi episentrum pemberitaan dan paling disorot kinerjanya mengatasi COVID-19.Â
"Mereka jadi pusat perhatian, kinerja mereka, menguntungkan mereka dengan panggung strategis itu ditambah para gubernur memimpin lumbung-lumbung suara elektoral, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, masing-masing hampir 30 juta suara. Kalau bisa memenangkan 2-3 provinsi Jawa itu dia pemenang pilpres biasanya. Ditambah lagi Pak Jokowi gubernur juga. Jadi gubernur itu tempat yang paling eksklusif jadi calon presiden ke depan, trennya masih begitu," paparnya
Pun demikian, Hanta menyebut segala kemungkinan dalam politik masih mungkin terjadi. Dinamika politik di Indonesia sangat dinamis, ditambah peristiwa-peristiwa politik yang bakal terjadi akan turut menentukan perjalanan ke depan.Â
Apalagi, merujuk survei terakhir Poltracking, elektabilitas Ganjar masih dibawah 30 persen. Pilpres 2024 juga masih lama, 2,5 tahun lagi.
Variabel lainnya yang tak kalah penting dan ikut menentukan, yakni restu para elite partai politik dan ketua umum partai sebagai pemegang 'tiket' capres. Beberapa nama diantaranya pun sepertinya 'ngebet' nyapres. Â
"Ada ketua umum partai, Ketum Golkar, ada Puan Maharani, Airlangga Hartarto, ini menjadi penting," imbuhnyaÂ