Sekjen Gerindra: Pada Tahun 2024, Prabowo Akan Menjadi Presiden

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani usai menutup Musyawarah Daerah Luar Biasa Pengurus Daerah Tunas Indonesia Raya (Tidar) di Tangerang, Banten, Sabtu, 27 November 2021.
Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani usai menutup Musyawarah Daerah Luar Biasa Pengurus Daerah Tunas Indonesia Raya (Tidar) di Tangerang, Banten, Sabtu, 27 November 2021.
Sumber :
  • VIVA/Sherly

VIVA – Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani meminta pemerintah untuk mencabut keputusan Kementerian Perdagangan yang melarang penjualan minyak goreng curah mulai 1 Januari 2022.

"Saya minta aturan ini dicabut, karena aturannya seperti kebijakan mainan yoyo: naik-turun--enggak menguntungkan untuk masyarakat," katanya usai menutup Musyawarah Daerah Luar Biasa Pengurus Daerah Tunas Indonesia Raya (Tidar) di Tangerang, Banten, Sabtu, 27 November 2021.

Larangan itu, katanya, memberatkan sektor rumah tangga, terlebih usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), karena masih menggunakan minyak goreng curah sebagai basis produksinya. Kebijakan itu menjadi kian menyulitkan pelakuk UMKM yang baru akan bangkit dari krisis akibat pandemi COVID-19.

Aturan itu, menurut Muzani, tidak selaras dengan tujuan pemerintah yang akan menjadikan UMKM sebagai penguat ekonomi di Indonesia dan perluasan lapangan kerja baru. Bagi pelaku UMKM, katanya, selisih Rp5 ribu sampai Rp7 ribu untuk bahan pokok seperti minyak curah sangat berarti.

Karena itu, dia berpendapat, larangan penjualan minyak goreng curah akan menjadi problem tersendiri bagi upaya peningkatan kesejahteraan rakyat.

Pemenangan Prabowo

Partai Gerindra menargetkan kemenangan pada pemilu 2024 terutama di wilayah Banten. Banten, kata Muzani, merupakan provinsi yang dinamis dalam konteks pemilu: beberapa partai silih berganti memenangi pemilu, dan Gerindra mengalami itu pada pemilu 2019. Pada pemilu 2024, Gerindra harus bisa mempertahankan capaian itu.