Baleg DPR Optimis Perbaikan UU Cipta Kerja Lebih Cepat dari Putusan MK

Politikus Golkar Christina Aryani
Politikus Golkar Christina Aryani
Sumber :
  • VIVAnews/Eka Permadi

VIVA – Anggota Badan Legislasi DPR Christina Aryani angkat bicara mengenai langkah cepat Presiden Joko Widodo dalam merespon putusan Mahkamah Konstitusi untuk mempercepat perbaikan UU Cipta Kerja. Apa yang telah dilakukan Jokowi, menurut Aryani, perlu diapresiasi karena menunjukkan sikap dan arahan yang jelas terkait putusan MK ini.

"Beliau (Presiden) minta agar ini dipercepat dan kami di DPR tentu punya semangat yang sama. Selain proses perbaikan dipercepat, Presiden juga punya sikap jelas mengenai substansi putusan MK bahwa seluruh aturan pelaksanaan UU Cipta Kerja tetap berjalan," kata Christina, kepada wartawan, Selasa, 30 November 2021

Arahan dari Jokowi terkait putusan MK ini, dapat memberikan kepastian kepada investor, baik dari dalam maupun luar negeri, bahwa investasi mereka yang telah, sedang, dan akan berproses tetap aman.

Politikus Partai Golkar itu menambahkan, DPR optimistis perbaikan UU Cipta Kerja dapat selesai dalam waktu dua tahun. Bahkan menurut Christina, perbaikan UU tersebut bisa juga lebih cepat dari tenggat waktu yang telah diberikan.

"Kepastian untuk para pelaku usaha juga jelas dengan arahan Presiden ini. Sekarang tinggal kami di DPR memastikan proses perbaikan berjalan cepat. Ada waktu dua tahun untuk itu dan kami optimistis harusnya bisa lebih cepat dari tenggat tersebut," ujar Christina.

Sejak awal, kata Christina, semangat UU Cipta Kerja adalah agenda reformasi struktural, deregulasi, dan debirokratisasi untuk meningkatkan kepastian hukum dan mempermudah investasi berusaha di Tanah Air.

Mengutip catatan Badan Koordinasi Penanaman Modal, Christina menyebut implementasi UU Cipta Kerja selama ini telah memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan investasi dan pembukaan lapangan kerja. BKPM mencatat kenaikan realisasi investasi sejak Januari sampai September 2021 mencapai 7,8 persen year on year (yoy) yang nilainya mencapai Rp659 triliun.