Tolak RUU TPKS Jadi Inisiatif DPR, PKS: Menimbulkan Bias Tafsir

Ketua Fraksi PKS di DPR, Jazuli Juwaini
Ketua Fraksi PKS di DPR, Jazuli Juwaini
Sumber :
  • Istimewa

VIVA – Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menolak rancangan undang-undang tindak pidana kekerasan seksual (RUU TPKS) jadi inisiatif DPR. PKS punya alasan karena beberapa aturan dalam RUU justru memunculkan bias tafsir.

Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini menjelaskan pihaknya menolak segala bentuk kejahatan seksual sehingga perlu diberikan pemberatan hukuman. Dia mengatakan bentuk kejahatan seksual itu seperti kekerasan seksual, seks bebas, dan seks menyimpang yang bertentangan dengan Pancasila, UUD 1945, dan, norma agama.

"Ketiganya merusak tatanan keluarga bahkan peradaban bangsa. Untuk itu, ketiganya harus diatur secara bersamaan dalam sebuah UU yang komprehensif tentang tindak pidana kesusilaan/tindak pidana kejahatan seksual," kata Jazuli, dalam keterangannya, Rabu, 19 Januari 2022. 

Dia menyampaikan pentingnya pengaturan komprehensif tindak pidana kesusilaan. Tujuannya bukan hanya melindungi korban kekerasan seksual tapi juga korban-korban kejahatan seksual lainnya imbas seks bebas dan seks menyimpang. 

Menurut dia, Fraksi PKS ingin agar ketiganya diatur dalam UU khusus sebagai satu kesatuan yang saling terkait dan menguatkan. Dia menekankan, tanpa pengaturan komprehensif dimaksud perlindungan terhadap korban akan tidak kuat atau parsial. 

Ketua Fraksi PKS di DPR, Jazuli Juwaini

Ketua Fraksi PKS di DPR, Jazuli Juwaini

Photo :
  • Istimewa

Pun, Jazuli menambahkan dampak kekerasan seksual, seks bebas, dan seks menyimpang menghasilkan korban. Dia menyebut korban itu seperti anak-anak, remaja, perempuan, hingga orang tua.