DPR Ingin Buat Panja Vaksin, Dorong Vaksin Halal Untuk Booster

Ilustrasi vaksin COVID-19
Ilustrasi vaksin COVID-19
Sumber :
  • ANTARA FOTO

VIVA – Kabar adanya 1,1 juta dosis vaksin kadaluwarsa, membuat Komisi IX DPR berencana untuk membentuk panitia kerja atau panja. Tidak hanya soal vaksin kadaluwarsa itu. Tetapi termasuk yang dicakup adalah vaksin halal untuk booster.

"Kami meneliti semuanya mulai besar anggaran, distribusi vaksin, hibah, dan lain-lain," ujar anggota Komisi IX DPR Irma Suryani Chaniago, Jakarta Jumat 21 Januari 2022.

Panja ini diusulkan untuk dibentuk, sebagai respon dari pengakuan Menkes Budi Gunadi yang mengatakan vaksin kadaluwarsa kebanyakan dari hibah atau donasi dari negara-negara maju. Maka panja nanti akan meneliti dari semua aspek pengakuan tersebut. Tetap data resminya, belum diterima.

"Menkes menyatakan yang banyak expired itu vaksin hibah, tetapi memang belum ada data resmi hibah dari mana saja, termasuk juga berbagai aspek," katanya. Panja diupayakan terbentuk pada masa sidang ini.

Vaksin Halal

Masalah vaksin halal memang sudah menjadi desakan sejumlah pihak. Agar pemerintah menggunakan vaksin halal ini untuk booster yang mulai berjalan.

Khususnya vaksin yang sudah dapat sertifikasi halal dari Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) Majelis Ulama Indonesia (MUI). Vaksin halal itu sebelumnya juga telah mendapatkan Emergency Use Authorization (EUA) atau izin penggunaan darurat vaksin COVID-19 dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).