Marah-marah Kedok Blusukan? Ini 7 Fakta Dedi Mulyadi Anggota DPR RI

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi
Sumber :
  • VIVA/Adi Suparman

VIVA – Nama Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI fraksi Golkar Dedi Mulyadi memang sudah tidak asing lagi ditelinga publik. Sosoknya yang kerap membantu orang yang lagi kesusahan hingga memiliki sifat guyonan yang lucu namun tegas, itulah yang membuat seorang Dedi Mulyadi disukai banyak publik. Di satu sisi, ia juga dikenal sebagai politikus yang kontroversial. Berikut fakta-fakta menarik tentang sosok Dedi Mulyadi anggota DPR partai Golkar yang dikutip dari berbagai sumber.

Karier Dedi Mulyadi

Dedi Mulyadi.

Dedi Mulyadi.

Photo :
  • VIVA/Muhamad Solihin

Dedi Mulyadi mengawali karier politiknya pada tahun 1999. Saat itu, pria yang akrab disapa Kang Dedi ini menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Purwakarta peridoe 1999 – 2003. Setelah masa jabatannya berakhir, kemudian ia terpilih menjadi wakil Bupati Purwakarta periode 2003 – 2008. Lima tahun kemudian Kang Dedi maju sebagai Bupati Purwakarta dan menjabat selama dua periode. Periode pertama dari tahun 2008 hingga 2013, dan periode kedua dari tahun 2012 sampai 2018. 

Setelah sukses selama dua periode menjabat sebagai Bupati Purwakarta, ia mencoba peruntungannya sebagai calon wakil Gubernur Jawa Barat mendampingi Deddy Mizwar dalam pemilihan kepala daerah atau pilkada Jawa Barat pada tahun 2018. Namun Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi kalah dari pasangan Ridwan Kamil dan UU Ruzhanul Ulum.

Setelah gagal di Pilkada Jabar, kang Dedi mengobatinya hanya dengan mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI dari Dapil Jawa Barat 7, yang meliputi kabupaten Purwakarta, kabupaten Karawang , dan kabupaten Bekasi. Diketahui jika kang Dedi lolos ke senayan dengan perolehan 206.621 suara. Perolehan suara itu membuat kang Dedi menjadi caleg Golkar dengan perolehan suara tertinggi dan saat ini kang Dedi bertugas di komisi 4 DPR RI periode 2019-2024.

Pendidikan Dedi Mulyadi

Wakil Ketua Komisi IV DPR, Dedi Mulyadi

Wakil Ketua Komisi IV DPR, Dedi Mulyadi

Photo :

Dedi Mulyadi merupakan lulusan SD Negeri Sukabakti Subang, pada tahun 1978 - 1984. Setelah lulus SD, ia melanjutkan pendidikanya di SMP Negeri 1 Kalijati Subang pada tahun 1984 - 1987. Kemudian ia melanjutkan pendidikanya di SMA Negeri Purwodadi Subang pada tahun 1987-1990. Dedi Mulyadi berkuliah di sekolah tinggi hukum STH Purnawarman jurusan hukum pada tahun 1995. Kang Dedi mendapatkan gelar sarjananya pada tahun 1999 dengan menambah satu suku kata dibelakangnya menjadi Dedi Mulyadi S.H.

Prestasi Dedi Mulyadi

Calon wakil gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, di Bandung pada Selasa, 5 Juni 2018.

Calon wakil gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, di Bandung pada Selasa, 5 Juni 2018.

Photo :
  • VIVA/Adi Suparman

Rekam jejak seorang Dedi Mulyadi sebagai seorang politikus atau pejabat pemerintah sudah tidak perlu diragukan lagi. Hal ini terbukti selama 22 tahun bekerja dibidang pemerintahan sejumlah penghargaan dari berbagai institusi dalam dan luar negeri pun pernah diraih oleh kang Dedi. Sederet penghargaan yang diraih kang Dedi yaitu pemrakarsa dan penyelenggara festival dan pawai kebudayaan dengan peserta terbanyak dari muri sejak tahun 2011-2017 dan kepala daerah inovatif dalam bidang Pendidikan dari MNC Group 2014 di tahun 2015.

Kang Dedi juga menerima beberapa penghargaan yaitu tokoh inspiratif jawa barat dari dewan mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung serta bapak seni dan Pendidikan Purwakarta dari ikatan mahasiswa dan pelajar Purwakarta. Selanjutnya di tahun 2016 kang Dedi kembali mendapatkan penghargaan yaitu tokoh yang berkontribusi besar dalam gerakan pramuka dari presiden joko Widodo dan tokoh yang berhasil mengangkat ekonomi dan Pendidikan dari Majelis Amanah Rakyat Malaysia.

Kemudian di tahun 2017 kembali menyabet sederet prestasi seperti honoris kausa dari Polda Jabar, pemimpin yang mampu mennciptakan pelayanan Kesehatan berbasis IT dari inews. Dan tokoh inspiratif pembangunan berbasis kebudayaan dari Bupati Garut, dan yang terbaru adalah Satya Lencana kebudayaan dari Presiden Joko Widodo pada tahun 2021.   

Dicalonkan Menjadi Capres RI

Temuan Survei Indikator Politik Indonesia yang memaparkan 'Top Of Mind Pilihan Presiden', mengungkapkan besarnya pilihan responden terhadap Dedi Mulyadi. Dedi Mulyadi menempati urutan ke-9 dengan persentase 1.0 persen. Sementara itu, urutan pertama ditempati oleh nama Joko Widodo (Jokowi) dengan persentase 20,8 persen. 

Sebagai infomasi, hasil survei ini diperoleh Indikator Politik Indonesia dari survei yang dilakukan terhadap masyarakat berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah dengan metode multistage random sampling pada 6-11 Desember 2021.

Survei ini melibatkan 2020 responden, dengan sampel dari 1.220 orang yang tersebar proporsional di 34 provinsi serta dilakukan penambahan sebanyak 800 responden di Jawa Timur. Ukuran sampel basis 1.220 responden memiliki toleransi kesalahan atau margin of error sekitar 2.9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Salip Airlangga Hartarto Dalam Survei Capres

Bahkan, responden juga ditemukan lebih memilih Kader Partai Golkar Dedi Mulyadi menjadi Presiden RI ketimbang ketua umumnya, Airlangga Hartarto. Berdasarkan hasil survei Indikator mengungkapkan, elektabilitas Dedi mencapai 1 persen, sedangkan Airlangga 0,1 persen saat responden ditanya secara spontan soal pilihan presidennya tanpa ada opsi nama (top of mind). Angka ini muncul meski nama Dedi tidak pernah masuk bursa Capres sebelumnya.

Dalam komentarnya mengenai hal itu, politikus senior Partai Golkar Melchias Markus Mekeng melihat bahwa Dedi Mulyadi sudah dengan giat melakukan publikasi di media sosialnya dengan terjun langsung ke masyarakat. Salah satunya melihat fenomena-fenomena yang ada di masyarakat. Hal ini tentu makin menunjukkan kedekatan Dedi Mulyadi dengan masyarakat.

Gaya Dedi Mulyadi Disebut Mirip Jokowi

Melchias Markus Mekeng juga menyebut gaya Dedi Mulyadi mirip seperti Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) pada 2014 silam ketika mencalonkan diri menjadi capres. Hal ini yang diinginkan masyarakat, yakni pemimpin seperti Jokowi pada waktu 2014.

Marah-marah Kedok Blusukan

Video Dedi Mulyadi, wakil ketua Komisi 4 DPR RI, saat blusukan di Pasar Rebo Purwakarta mendadak viral di sosial media lantaran video yang diunggah pada 16 November 2021 dalam chanel YouTube nya itu, Dedi Mulyadi berdebat dengan mahasiswa Stai Muttaqien Pasar Rebo Purwakarta bernama Yudha Dawami yang protes dengan aksi blusukannya.

Mahasiswa itu berani mengeluarkan pendapatnya saat Dedi Mulyadi tengah membersihkan pekarangan Pasar Rebo Purwakarta. Sontak Dedi Mulyadi mengamuk karena merasa pertanyaan dari mahasiswa tersebut dinilai kurang sopan kepadanya. Mahasiswa yang bersangkutan menanyakan dasar hukum Dedi Mulyadi dalam membersihkan Pasar Rebo Purwakarta itu.

Dedi yang tengah memungut sampah mendadak kaget dan marah. Dedi berusaha menyelesaikan perkara itu dengan kepala dingin dan berdiskusi bersama mahasiswa yang bersangkutan. Namun mahasiswa tersebut terus menyebutkan bahwa membersihkan sampah sudah ada tugas masing-masing petugas kebersihan.

Dedi Mulyadi pun membantah perkataan mahasiswa tersebut karena kecewa tidak ada yang peduli dengan sampah yang berserakan disekitar. Setelah diselesaikan dengan cara musyawarah, Dedi Mulyadi berhasil menyelesaikan permasalahan dengan mahasiswa bersangkutan.

Itulah fakta-fakta menarik dari Dedi Mulyadi, anggota DRR RI yang memiliki segudang prestasi dan juga kerap timbulkan kontroversi. Bagaimana tanggapan kalian?