Survei: Golkar Teratas Lewati PDIP, Airlangga Moncer

Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto (tengah) saat pidato kebangsaan.
Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto (tengah) saat pidato kebangsaan.
Sumber :
  • Dok. Golkar

VIVA – Laboratorium Suara Indonesia merilis riset survei terbarunya terkait persepsi masyarakat untuk Pemilu 2024. Preferensi ini salah satunya menyangkut partai politik pilihan masyarakat responden.

Direktur Eksekutif Laboratorium Suara Indonesia Albertus Dino menjelaskan temuan survei diketahui Partai Golkar berada di urutan teratas. 

"Ketika responden ditanya dengan pertanyaan terbuka partai politik yang akan dipilih jika pemilu digelar hari ini, Partai Golkar adalah partai yang paling banyak dipilih yakni sebanyak 19,1 persen," kata Albertus dalam keterangannya, Minggu, 13 Maret 2022.

Dia menyampaikan urutan kedua di bawah Golkar ada PDI Perjuangan (PDIP) dengan perolehan elektabilitas 18,3 persen. Lalu, Partai Gerindra dengan 18,1 persen.

"Di urutan keempat ada Nasdem dengan 7,2 persen, disusul PKS dengan 6,6 persen, dan PKB 5,2 persen," ujar Albertus. 

Selanjutnya, Partai Demokrat 4,2 persen, Perindo 2,4 persen. Kemudia, PAN 1,9 persen, PRIMA 1,8 persen, PPP 1,4 persen, Partai Garuda 1,2 persen, PBB 1,1 persen, Partai Gelora 1,1 persen, PSI 1,1 Persen, Partai Hanura 0,8 persen, Partai Ummat 0,4 persen, dan Berkarya 0,1 persen. Sementara, responden yang menjawab tak tahu atau tidak menjawab 24,1 persen.

Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto dalam acara puncak HUT ke-56 Partai Golkar. (Foto ilustrasi)

Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto dalam acara puncak HUT ke-56 Partai Golkar. (Foto ilustrasi)

Photo :
  • VIVA/Muhamad Solihin

Begitupun saat responden ditanya dengan pertanyaan tertutup menggunakan kuesioner. Pertanyaan yang diajukan ke responden masih sama yaitu 'Jika Pemilu digelar hari ini, partai mana yang dipilih?'. Jawaban responden terbanyak memilih Golkar dengan 19,1 persen. Lalu, diikuti PDIP 18,3 persen, Gerindra 18,1 persen, dan Nasdem 7,2 persen.

Berikutnya PKS 6,6 persen, PKB 5,2 persen, Demokrat 4,2 persen, Perindo 2,4 persen, PAN 1,9 persen, PRIMA 1,8 persen, PPP 1,4 persen, Partai Garuda 1,2 persen, PBB 1,1 persen, Partai Gelora 1,1 persen,PSI 1,1 Persen, Partai Hanura 0,8 persen, Partai Ummat 0,4 persen, Berkarya 0,1 persen. "Sedangkan yang tidak tahu atau tidak menjawab sebanyak 8,9  persen," tutur Albertus.

Albertus menambahkan dalam survei juga ditanya tokoh yang banyak dipilih responden dalam kontestasi Pilpres. Dalam simulasi ini, responden ditanyakan dengan pertanyaan 'Jika digelar pilpres hari ini, siapakah tokoh yang Akan anda pilih?' 

Nama Airlangga dipilih jadi tokoh yang terbanyak dipilih dengan 22,8 persen. "Airlangga paling tinggi elektabilitasnya yakni 22,8 persen," tutur Albertus.

Lalu, peringkat dua ada menteri Pertahanan Prabowo Subianto dengan perolehan 20,3 persen. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo  ada di posisi tiga dengan angka 15,6 persen. Kemudian, Ketua DPR Puan Maharani 6,2 persen, dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar 3,6 Persen. 

Selanjutnya, yang mengejutkan Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko meraih 3,4 persen. Perolehan Moeldoko mengguli tipis Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan 3,2 persen.

Di bawah Anies, ada Gatot Nurmantyo 3,1 persen, Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 2,2 persen, Sandiaga Uno 1,8 persen, Erick Thohir 1,3 persen, Ridwan Kamil 1,2 persen dan tidak memberikan jawaban sebanyak 15,3 persen . 

Survei Laboratorium Suara Indonesia dilakukan periode 24 Februari hingga 9 Maret 2022. Survei menggunakan alat ukur berupa kuesioner. 

Adapun pengumpulan sampel dilakukan dengan menyebarkan kuesioner ke masyarakat. Kuesioner didesain bersifat anonim agar responden bisa berikan jawaban secara jujur tanpa kekhawatiran identitasnya diketahui orang lain. Kuesioner memuat pertanyaan tentang data diri responden seperti umur, suku, agama, pendidikan, penghasilan, dan Status Pernikahan.

Pembagian sampel mengunakan metode multistage random sampling dan margin of error dengan toleransi 2,12 persen. Sementara, tingkat kepercayaan sebesar 95 persen. Lalu, jumlah sampel yang diuji sebanyak 2.140 warga Indonesia yang sudah berusia 17 tahun dan tersebar di 34 provinsi.