Golkar, PAN, dan PPP Bikin Koalisi, Begini Respons Partai Garuda

Penghitungan surat suara Pilpres 2019 (Foto ilustrasi).
Penghitungan surat suara Pilpres 2019 (Foto ilustrasi).
Sumber :
  • VIVA/M Ali Wafa

VIVA – Jelang Pemilu 2024, peta politik menghangat dengan manuver tiga petinggi Partai Golkar, PAN, dan PPP yang membentuk Koalisi Indonesia Bersatu. Manuver tiga parpol itu memantik perhatian dari elite parpol lainnya.

Wakil Ketua Umum DPP Partai Garuda, Teddy Gusnaidi menganalisa terbentuknya koalisi dari tiga parpol itu sudah cukup untuk mengusung capres 2024. Namun, hal itu mesti bertahan hingga pelaksanaan Pilpres 2024.

"Secara hitungan threshold, mereka sudah bisa dan memenuhi syarat untuk mengusulkan calon presiden di Pilpres 2024. Asalkan mereka semua konsisten tetap bersama hingga hari H nanti," kata Teddy dalam keterangannya yang dikutip pada Minggu, 15 Mei 2022.

Dia menjelaskan, dalam sistem politik Indonesia, sosok capres yang disuguhkan ke masyarakat sudah ditentukan partai politik pengusung. Rakyat tak punya hak untuk menentukan capres. Namun, masyarakat hanya punya hak memilih capres dalam pemilu sesuai diatur Undang-undang.

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (ketiga kiri) berbincang dengan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (ketiga kanan) dan Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa (kedua kiri) didampingi jajaran pengurus partai saat mengelar pertemuan di Jakarta, Kamis, 12 Mei

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (ketiga kiri) berbincang dengan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (ketiga kanan) dan Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa (kedua kiri) didampingi jajaran pengurus partai saat mengelar pertemuan di Jakarta, Kamis, 12 Mei

Photo :
  • ANTARA

Teddy bilang rakyat jangan sampai terpecah apalagii berantem soal capres. "Jadi, rakyat jangan berantem untuk sesuatu yang bukan urusannya," lanjut Teddy.

Kemudian, dia mengimbau agar masyarakat tak terlibat dalam ribut-ribut isu capres dan cawapres. Apalagi, jika masyarakat terpancing sampai melemparkan makian, hinaan, dan sejenisnya.