Terbuka Usung Capres Non Partai, Ini Kriteria Koalisi PPP-PAN-Golkar

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (ketiga kiri) berbincang dengan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (ketiga kanan) dan Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa (kedua kiri) didampingi jajaran pengurus partai saat mengelar pertemuan di Jakarta, Kamis, 12 Mei
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (ketiga kiri) berbincang dengan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (ketiga kanan) dan Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa (kedua kiri) didampingi jajaran pengurus partai saat mengelar pertemuan di Jakarta, Kamis, 12 Mei
Sumber :
  • ANTARA

VIVA – Wakil Ketua Umum DPP PPP, Zainut Tauhid Sa'adi mengatakan, pilihan PPP membangun koalisi dengan Partai Golkar dan PAN adalah langkah politik yang realistis dan bermartabat. 

Karena koalisi ini berangkat dari gagasan, visi dan misi yang sama untuk membangun Indonesia yang lebih baik. Koalisi Indonesia Bersatu juga koalisi tanpa syarat untuk mendukung calon presiden (Capres) atau calon wakil presiden (Cawapres) dari partai koalisi. 

Sehingga, kata dia, masih terbuka untuk dibicarakan bersama dalam memilih figur capres, cawapres yang tepat. Kriterianya adalah memiliki elektabilitas tinggi dan yang pasti diterima oleh masyarakat. Baik itu dari kalangan kader partai maupun non partai. 

"Berbeda dengan partai lain yang sudah mematok capres, cawapresnya, sehingga menutup dan mengunci kemungkinan adanya capres, cawapres dari yang lain," ujar Zainut kepada VIVA di Jakarta, dikutip Jumat, 20 Mei 2022. 

Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi.

Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi.

Photo :
  • Kemenag

Menurutnya, koalisi dengan berbasis kesetaraan ini yang memungkinkan semua pihak terlibat dan ikut menjadi penentu dalam memutuskan arah dan kebijakan strategis bersama dalam kedudukan yang sama dan sederajat.

"Baik itu dalam Pemilu Presiden maupun Pemilu legislatif," ujarnya.