Elite PDIP ke Eko Kuntadhi: Relawan Ganjar Duitnya dari Sopo?

Politikus PDIP Trimedya Panjaitan debat dengan Eko Kunthadi.
Politikus PDIP Trimedya Panjaitan debat dengan Eko Kunthadi.
Sumber :
  • YouTube Indonesia Lawyers Club.

VIVA – Politikus PDI Perjuangan (PDIP) Trimedya Panjaitan terlihat perdebatan dengan relawan Ganjar Pranowo yang juga Ketua Umum Koordinator Nasional Ganjarist, Eko Kuntadhi. Trimedya masih menyoroti prestasi hingga relawan Ganjar.

Trimedya awalnya mempersoalkan Ganjar yang disebut layak meneruskan Joko Widodo. Bagi dia, hal itu hanya asumsi dari relawan Ganjar.

Dia mengatakan sudah mengenal Ganjar sejak 2004 atau saat sama-sama sebagai anggota DPR. Trimedya mengaku diinstruksikan Taufik Kiemas agar membantu Ganjar menjadi Gubernur Jawa Tengah di periode pertama pada 2013.

Saat itu, dia diperintahkan Taufiek Kiemas untuk rajin ke Semarang jelang Pilgub Jateng 2013. Trimedya juga sempat menyampaikan alasannya menyindir Ganjar kemlinthi karena tak mengikuti tradisi PDIP.

"Di PDIP ada tradisi, kalau mau jabatan sesuatu kita lakukan pendekatan terhadap struktur partai terlebih dulu. Bukan ke luar," kata Trimedya dalam Indonesia Lawyer Club yang dikutip VIVA, Minggu, 5 Juni 2022.

Bagi dia, cara Ganjar yang tidak melakukan pendekatan ke struktur partai seperti DPC, DPD, dan setiap kepala daerah kota/kabupaten di Jateng dari PDIP adalah kekeliruan. Apalagi kemudian sampai dibentuk opini sekan-akan Ganjar paling cocok menggantikan Pak Jokowi,

"Menurut saya belum tentu, belum teruji," tutur Anggota Komisi III DPR tersebut.

Trimedya juga menyampaikan soal posisi Jateng yang masuk 17 provinsi termiskin di Tanah Air. Begitu juga soal polemik Bendungan Bener, Wadas, yang belum selesai.

"Kalau berhasil Pak Ganjar dikatakan, kenapa Jawa Tengah masuk 17 provinsi miskin? Kan itu pertanyaan mendasar. Kemudian, pertanyaan lain kenapa Wadas tidak selesai," tuturnya. 

"Sekadar diketahui Bang Karni, mayoritas yang mengadvokasi Wadas itu pendukung Ganjar di periode kedua jadi gubernur. Tapi, mereka kecewa, sudah jadi dilepehi," sebutnya.