Soroti Isu 3 Periode, Partai Garuda: Dagelan dan Miskin Listerasi

Presiden Jokowi pada Silatnas APDESI 2022, di Jakarta, Selasa (29/03/2022).
Presiden Jokowi pada Silatnas APDESI 2022, di Jakarta, Selasa (29/03/2022).
Sumber :
  • BPMI Setpres/Lukas

VIVA – Isu Presiden Joko Widodo atau Jokowi lanjut 3 periode kembali mencuat saat perayaan 50 tahun Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI). Wacana Jokowi 3 periode ini sudah menuai penolakan dari berbagai elemen termasuk elite partai politik.

Menanggapi itu, Wakil Ketua Umum DPP Partai Garuda Teddy Gusnaidi menilai isu Jokowi 3 periode seperti dagelan yang dipraktikan pihak yang pro dan kontra terhadap wacana itu. Bagi dia, dua pihak pro yang kontra terhadap 3 periode memiliki kesamaan agar disorot pemberitaan.

"Di media tampak bertolak belakang. Padahal, mereka memiliki kesamaan, yaitu sama-sama tahu bahwa yang mereka sampaikan dagelan dan dengan tujuan yang sama, untuk mendapatkan sorotan pemberitaan," kata Teddy, dalam keterangannya, Selasa, 14 Juni 2022.

Wakil Ketua Umum DPP Partai Garuda Teddy Gusnaidi.

Wakil Ketua Umum DPP Partai Garuda Teddy Gusnaidi.

Photo :
  • Istimewa

Dia menyindir dalam isu ini seperti akting yaitu pihak pro yang ngotot Jokowi 3 periode. Namun, satunya lagi  akting marah-marah jika Jokowi 3 Periode. 

"Ini sama seperti pertandingan WWE, terlihat bertanding tapi sebenarnya sedang berakting. Semakin terlihat marah dan keras, maka semakin bagus pemberitaannya," sebut Teddy.

Pun, Teddy menyinggung literasi yang disampaikan elite politisi di depan publik dalam isu Jokowi 3 periode. Bagi dia, politisi seperti itu miskin literasi dan hanya bernafsu untuk tampil.

"Para politisi miskin literasi tapi bernafsu ingin tampil semakin bermunculan. Ada yang berebut pepesan kosong 3 periode, ada yang salah alamat menyalahkan pemerintah Jokowi akibat putusan MK," jelas Teddy.

Menurut dia, dengan literasi dalam isu Jokowi 3 periode ini malah masyarakat awam yang dirugikan. Teddy bilang masyarakat ikut berselisih karena provokasi isu tersebut.

"Kekonyolan para tokoh dan politisi yang miskin literasi, tapi bernafsu untuk mendapatkan sorotan. Tentu yang jadi korban adalah masyarakat awam," katanya. 

"Mereka ikut berselisih akibat provokasi konyol yang sama sekali tidak ada ilmunya," tutur Teddy.

Sebelumnya, isu Jokowi 3 periode kembali menggelinding saat HUT Hipmi ke-50 di JCC Jakarta. Acara yang dihadiri Jokowi itu muncul teriakkan yel-yel 'lanjutkan'.

Sejumlah anggota HIPMI meneriaki Jokowi untuk melanjutkan masa jabatan sebagai Presiden hingga 3 periode.

Merespons teriakan 'lanjutkan', Jokowi dengan anda guyon menyampaikan agar hati-hati karena saat ini tahun politik. Dia bilang teriakan lanjutkan itu disampaikan HIPI tapi dirinya nanti yang akan didemo.

"Tadi banyak yang menyampaikan lanjutkan, lanjutkan. Hati-hati ini tahun politik. Bapak Ibu yang menyampaikan lanjutkan, lanjutkan, saya yang didemo," kata Jokowi yang ditanggapi gelak tawa anggota HIPMI.

Baca Juga: Ramai Teriakan 'Lanjutkan' di HUT HIPMI, Jokowi Khawatir Didemo