Megawati: Pemimpin yang Saya Cari Bukan Cuma yang Andalkan Elektoral

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri saat penutupan Rakernas PDIP.
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri saat penutupan Rakernas PDIP.
Sumber :
  • YouTube PDIP

VIVA - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, mengatakan mencari sosok pemimpin itu bukan hanya mengandalkan elektoral saja. Akan tetapi, sosok pemimpin itu harus yang didambakan oleh rakyat Indonesia.

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di Rakernas PDIP

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di Rakernas PDIP

Photo :
  • PDIP

Pemimpin yang Kuat Secara Ideologi

“Pemimpin yang saya cari bukanlah sosok yang hanya mengandalkan elektoral semata. Pemimpin yang didambakan rakyat adalah sosok yang kuat secara ideologis, sosok yang mumpuni, memiliki kemampuan memimpin tata kelola pemerintahan untuk sebuah negara Indonesia yang begitu besar,” kata Megawati di Sekolah Partai Lenteng Agung pada Kamis, 23 Juni 2022.

Baca juga: Sebut PDIP Sebagai PKI, Pengusaha Asal Aceh Dilaporkan ke Polisi

Kokoh Berdiri pada Kehendak Rakyat

Menurut dia, sosok pemimpin dalam imajinasinya harus kokoh berdiri pada kehendak rakyat. Pemimpin harus menjadi life star, bintang penuntun. Sebab, pemimpin itu akan menentukan mau dibawa ke mana arah Indonesia ke masa depan.

“Pemimpin menjadi daya inspirasi bagi pergerakan bahtera Indonesia Raya,” kata Presiden ke-5 Republik Indonesia ini.

Jadi Presiden Mudah

Memang, Mega sudah terjun main politik sejak 1986. Sehingga, ia berkesimpulan bahwa menjadi presiden itu sebetulnya mudah. Karena, dari pejabat sampai presiden itu sudah ada aturannya dibuat. Makanya, ia kerap merenung bagaimana mencari sosok pemimpin.

“Karena apa? Kalau pejabat presiden pun sebenarnya masuk pegawai negeri loh. Artinya digaji, lalu ada pensiunnya. Cuma kalau presiden itu kalau tidak terpilih lagi atau karena telah dibuat oleh konstitusi kita bahwa hanya bisa 2 kali. Jadi setelah pensiun, saya dapat pensiun. Pensiun presiden,” ujarnya.

Apalagi, kata Mega, mencari pemimpin dengan melihat tantangan kedepan tidak ringan. Hal tersebut disampaikan juga oleh Presiden Joko Widodo bahwa ke depan tantangan tidak ringan.

“Seperti ketidakpastian global, ancaman resesi dunia, krisis pangan dan masih banyak lainnya,” katanya.