PDIP Ogah Koalisi Bareng di 2024, PKS: Jangan Berlebihan

Presiden PKS Ahmad Syaikhu (tengah) saat Rapimnas di Grand Sahid Hotel.
Presiden PKS Ahmad Syaikhu (tengah) saat Rapimnas di Grand Sahid Hotel.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Ahmad Farhan Faris

VIVA –  Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menghormati sikap politik PDI Perjuangan (PDIP) yang tak mau berkoalisi bareng dengan partai dakwah tersebut. Jubir DPP PKS Muhammad Kholid mengatakan hal itu adalah hak prerogatif PDIP.

"PKS menghormati sikap partai politik termasuk PDIP yang menegaskan tidak akan berkoalisi dengan PKS, tentu itu adalah hak prerogatif, hak kedaulatan partai. Hak kedaulatan PDIP untuk tidak berkoalisi dengan PKS," kata Kholid dalam keterangannya berupa video, Sabtu, 25 Juni 2022.

Namun, ia menyindir PDIP dengan pepatah Jawa. Dia menyinggung sesama anak bangsa agar jangan berlebihan bersikap.

"Kami sebagai sesama anak bangsa mengingatkan ada pepetah Jawa yang mengajatakan ngono ya ngono, tapi ojo ngono. Jangan berlebihan bersikap," tutur Kholid.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto

Photo :
  • PDI Perjuangan

Dia menekankan sebagai parpol harus menunjukan politik kebangsaan yang damai dan sejuk. Kata dia, parpol harus menunjukan kolaborasi bukan polarisasi. "Orang-orang Jawa selalu mengatakan adigang adigung adigung ketika kita memiliki kekuasaan, gunakanlah kekuasaan itu dengan bijaksana," ujar Kholid.

Sebelumnya, Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto menyindir koalisi dini yang dijajaki Nasdem dengan PKS untuk Pilpres 2024. Bagi Hasto, hal itu bagus dan ia menyampaikan selamat atas kolaborasi Nasdem dengan PKS.