KSP: Keikutsertaan Iriana ke Ukraina Simbol Tulusnya Misi Damai Jokowi

Presiden Jokowi dan Ibu Iriana bertolak menuju Kiev menggunakan kereta api luar biasa, Selasa 28 Juni 2022.
Presiden Jokowi dan Ibu Iriana bertolak menuju Kiev menggunakan kereta api luar biasa, Selasa 28 Juni 2022.
Sumber :
  • BPMI Setpres/Laily Rachev.

VIVA – Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Siti Ruhaini Dzuhayatin mengatakan bahwa keikutsertaan Ibu Negara Iriana dalam kunjungan ke Ukraina memberi pesan kesungguhan dan ketulusan misi damai Presiden Joko Widodo yang didasarkan pada persahabatan.

"Kebersamaan Ibu Iriana dan Presiden Jokowi menampilkan keseharian nyata, apa adanya, rileks, dan hangat. Gestur ini membawa pesan damai yang kuat agar konflik segera berakhir dan rakyat dapat kembali pada kehidupan normal," kata Ruhaini di Jakarta, Kamis, 30 Juni 2022.

Kehadiran Iriana mendampingi Jokowi ke Kyiv, Ukraina, menjadikan kunjungan tersebut seperti lawatan persahabatan kepada keluarga yang sedang menghadapi masalah serta siap untuk berbagi mencari solusi.

Presiden Jokowi diterima Presiden Zelensky di Istana Maryinsky Kiev

Presiden Jokowi diterima Presiden Zelensky di Istana Maryinsky Kiev

Photo :
  • Istana Kepresidenan/Agus Suparto via Sekretariat Kabinet

Terlebih, tambahnya, Presiden Jokowi meyakini pembicaraan antarkepala negara menjadi lebih efektif jika dilakukan melalui diplomasi halus atau soft diplomacy yang mengedepankan perasaan dan kedekatan emosional.

Guru Besar bidang Hak Asasi Manusia dan Gender Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta itu juga menilai keteguhan Iriana mendampingi Jokowi membawa pesan tentang pentingnya keterlibatan perempuan dalam proses perdamaian. Sebab, menurutnya, perempuan sering menjadi korban dan menanggung beban ganda pada setiap konflik, namun peran dan kepentingannya kerap terlupakan.

Dalam banyak kasus, katanya, keterlibatan perempuan di setiap resolusi konflik berhasil mempercepat tercapainya perdamaian secara hakiki. "Karena perempuan lebih memikirkan dan mementingkan aspek proteksi kemanusiaan ketimbang sekadar ambisi dan kepentingan politis," katanya.